Tuesday, 16 June 2026


Fantastis !, Ekspor Teh Bisa Mencapai US$ 7 Juta di 2018

18 Dec 2018, 17:16 WIBEditor : Gesha

Black tea (teh hitam) salah satu komoditas unggulan ekspor.

Teh ternyata masih menjadi salah satu komoditas ekspor dari subsektor perkebunan

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta --- Lantaran banyak manfaat kesehatannya inilah, komoditas teh Indonesia sejak zaman dahulu kala sampai saat ini banyak diminati konsumen lokal dan mancanegara.

Tercatat, sampai saat ini sebanyak  60 persen dari produk teh Indonesia sudah tembus di pasar ekspor seperti Rusia, Malaysia dan Pakistan. Sedangkan sisanya sebanyak 40 persen dikonsumsi di pasar lokal.

Ketua Indonesian Tea Marketing Association (ITMA), Cathalia Frida Randing menyebutkan, ekspor komoditas teh dari Januari- Agustus 2018 sudah sebesar US$ 5,31 juta, atau meningkat 103 persen dibanding periode yang sama tahun 2017 sebesar US$ 2,3 juta.

"Kami perkirakan sampai akhir tahun ini ekspor komoditas teh bisa meningkat sebesar US$ 7 juta," ujar Cathalia , di sela acara Asian Tea Conference, di Jakarta (17/12).

Ia juga menyebutkan, pada tahun ini produksi teh  tercatat sebanyak 140 ribu ton. Angka ini lebih tinggi apabila dibandingkan dengan data tahun 2017 yang hanya 139 ribu ton.

Tingkatkan Kualitas

Meski sudah menembus pasar ekspor,  lanjut Cathalia, kualitas teh yang diproduksi petani  kecil  di Indonesia masih perlu ditingkatkan.

"Karena itu kami secara business to business  (B to B) menggandeng China dan India untuk investasi manufaktur seperti mesin pengolah teh supaya para petani bisa menghasilkan teh berkualitas ekspor lebih baik lagi," papar Cathalia.

Diharapkan setelah terjalin kerjasama B to B antara Indonesia, India dan China, produksi teh Indonesia pada tahun 2019 akan meningkat sebesar 10 persen dibanding tahun ini.

Bahkan, kualitas produk teh yang dihasilkan petani nantinya akan lebih bagus sehingga petani bisa mendapatkan margin keuntungan lebih baik.

Menurut Cathalia,  lahan kebun teh saat ini menyusut  tinggal 117 ribu ha, dari sebelumnya 140 ribu ha. Namun, prospek pengembangan teh di Indonesia sangat luar biasa.

Salah satu produk teh Indonesia yang banyak dikonsumsi di mancanegara adalah black tea. 

"Untuk menjaga mutu teh yang dihasilkan petani, kami akan melakukan pendampingan. Supaya mudah pendampingannya, petani -petani kecil ini akan dihimpun  di bawah nauangan Petani Lestari," papar Cathalia.

Cathalia juga tak menepis kalau komoditas teh Indonesia masih kalah dengan Vietnam. "Meski teh petani kita kalah dalam jumlah produksi, tapi kita menang di kualitas. Inilah yang harus kami jaga," ujarnya.

Menurut Cathalia, produk teh Indonesia di pasar global masih mampu dijual dengan harga US$ 1,5-US$ 2/ kg. Tapi teh Vietnam harganya di bawah US$ 1,5/ kg.

"Kita punya produk teh yang unik dan kita punya produk teh hitam yang banyak disukai konsumen lokal maupun manca negara. Produk teh yang dihasilkan petani inilah yang akan kami dorong supaya kualitasnya lebih bagus," papar Cathalia

Reporter : Indarto
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018