Senin, 22 April 2019


Puluhan Ton Beras Adan Diekspor ke Malaysia dari Kaltara

18 Jan 2019, 03:38 WIBEditor : Ahmad Soim

Kaltara mengerkspor beras Adan ke Malaysia dan Brunei | Sumber Foto:dok tabloidsinartani.com

Mastur mengatakan, mengacu pada data yang ada, luas sawah di sana mencapai kurang lebih 3.466 hektar. Luasan sawah ini rata-rata menghasilakan produksi 14.000 ton Gabah Kering Panen (GKP).



TABLOIDSINARTANI.COM, Kaltara - Wilayah perbatasan Indonesia terus berbenah menjadi kawasan ekonomi yang bisa memenuhi kebutuhan pangan warga dan negara tetangga. Salah satunya adalah Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara. Propinsi ini berhasil meningkatkan produksi padi dan mengekspor puluhan ton beras berkualitas tinggi yakni beras Adan ke Malaysia dan Brunei. 



"Padi Adan adalah salah satu komoditi yang menjadi andalan dari wilayah perbatasan Krayan Kalimantan Utara," kata Dr. Mastur, Kepala Balai Besar Biogen Kementerian Pertanian, sekaligus penanggungjawab program Upaya Khusus Padi Jagung dan Kedelai wilayah Kalimantan Utara, Kamis (17/1).



Mastur menjelaskan, padi adan merupakan bibit lokal hasil budidaya masyarakat yang bermukim di daratan tinggi Borneo, khususnya di Krayan yang masuk Kabupaten Nunukan.

Jenis beras ini juga sudah melambung karena berhasil mengantongi serifikat Indikasi Geografis (IG) dari Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI).

"Makanya setiap kali panen, tak kurang dari 10 ton beras adan secara periodik selalu di export ke Negara Malaysia dan Brunei. Walaupun begitu, kebutuhan untuk masyarakat setempat juga tetap melimpah," katanya.

Mastur mengatakan, mengacu pada data yang ada, luas sawah di sana mencapai kurang lebih 3.466 hektar. Luasan sawah ini rata-rata menghasilakan produksi 14.000 ton Gabah Kering Panen (GKP).

"Kalau jumlah beras setara dengan 8.568 ton. Maka itu kita dorong terus para petani lokal agar meningkatkan produksinya. Harapannya kedepan wilayah Krayen bisa menjadi lumbung pangan berorientasi export di Provinsi Kalimantan Utara," katanya.

BACA JUGA:

> Festival Buah Langka Diserbu Pengunjung

> Buah Surga Antarkan Warta Menginjak Tanah Suci

> Bermitra dengan Perusahaan, Petani Teh Terima KUR Rp 100 Juta

 

Menurut Mastur, peluncuran ekspor padi adan secara tradisional merupakan bentuk dukungan dari pemerintah pusat dan daerah terhadap semua aktivitas perdagangan lintas batas yang telah berlangsung selama ini.

"Kami sangat mengapresiasi masyarakat Krayan, pemerintah kabupaten Nunukan serta Pemerintah Provinsi Kaltara karena mampu melestarikan sumber daya genetik, sumber daya hayati dan juga memanfaatkannya untuk membangun ketahanan pangan bahkan sampai mengembangkannya untuk ekspor," katanya.

Pelepasan Export ini dilakukan oleh Kepala Balai Besar Biogen Kementerian Pertanian Dr. Mastur yang didampingi oleh Wakil Bupati Nunukan, serta Dinas Pertanian Propinsi, Camat, Ketua Adat Besar Krayen dan dihadiri BPTP Kalimantan Timur.

"Para peserta yang hadir pada pelepasan beras adan ini juga cukup anrusias, bahkan sampai kurang lebih 300 orang," pungkasnya.

Reporter : KaBe
BERITA TERKAIT
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018