Rabu, 22 Mei 2019


Kementan Siap Beri Informasi Lokasi Panen Jagung

22 Peb 2019, 08:51 WIBEditor : Gesha

Panen jagung di Gresik Jawa Timur dan daerah lainnyaa membuktikan informasi tidak perlunya impor | Sumber Foto:TIARA

Kita turun, perlihatkan ini ada panen produktivitasnya 5 ton. Sehingga tidak lagi dijadikan alasan untuk impor karena tidak ada panen

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Gresik --- Kementerian Pertanian (Kementan) terus melakukan kegiatan panen guna menunjukan ketersediaan jagung kepada masyarakat dan pihak-pihak tertentu termasuk stakeholder yang membutuhkannya.

"Kita lakukan panen seperti ini karena ada pihak-pihak tertentu yang mengatakan tidak ada panen. Ini makanya kita turun, perlihatkan ini ada panen produktivitasnya 5 ton. Sehingga tidak lagi dijadikan alasan untuk impor karena tidak ada panen," ujar Sub Direktorat Jagung, Direktorat Serealia, Direktorat Jenderal Tanaman Pangan, Andi Saleh pada saat melakukan panen jagung di Desa Wotan, Kecamatan Panceng, Kabupaten Gresik, Kamis (21/2).

Andi Saleh menegaskan Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman dan  para pejabat Kementan turun langsung ke lapangan untuk menjukkan adanya panen di banyak wilayah di Indonesia.

"Panen jagung dimana-mana. Di Pulau Sumatera, Karo, Lampung Selatan, Lampung Timur panen. Panen jagung juga di Sulawesi Selatan Kabupaten Bone, Jeneponto. Di Pulau Jawa juga panen di Kabupaten Grobogan, Sragen, Pandeglang, Gunung Kidul, Tuban, hari ini di Gresik, dan banyak tempat lainnya," papar Andi.

Luasan yang dipanen pun tidak main-main. Untuk di bulan Februari 2019 di Kecamatan Panceng ini saja ada 1.350 ha. Sedangkan di Kabupaten Gresik 3.387 hektar dan secara Provinsi Jawa Timur ada 243.118 ha.

"Kami punya data per minggu, per kecamatan. Tujuannya jika ada yang membutuhkan jagung, Kami bisa menunjukkan lokasinya. Jadi tidak lagi peternak merasa tidak ada jagung, sedangkan di sisi lain petani mencari pembeli jagung," pungkasnya.

Untuk memotivasi para petani jagung di wilayah ini, Andi menyampaikan target Menteri Amran untuk melakukan ekspor jagung sebanyak 500 ribu ton. Menurutnya, ini merupakan peluang bagi para petani untuk berlomba-lomba menanam jagung. 

Reporter : Tiara
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018