Rabu, 22 Mei 2019


Panen Jagung 300 Ha di Trenggalek, Petani Manfaatkan Lahan Kering Perhutani

22 Peb 2019, 13:25 WIBEditor : Ahmad Soim

Direktur Pembiayaan Sri Kuntarsih ikut panen jagung di Trenggalek | Sumber Foto:Rinaldi


 
TABLOIDSINARTANI.COM, Trenggalek -Para petani di Trenggalek memanfaatkan lahan kering Perhutani untuk menanam jagung. Panen jagung kali ini seluas 300 ha dan akan disusul tempat lain di Trenggalek.

Acara panen jagung di Desa Dermosari, Kecamatan Tugu, Kabupaten Trenggalek dilaksanakan dengan sukses. Panen yang dicapai pada lahan kering Perhutani ini berhasil dilakukan oleh Kelompok Tani Makmur dan dihadiri oleh Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Trenggalek, Joko Surono.

"Produktivitas hasil panen kami kali ini mencapai 6,3 ton/ha dari luasan 300 ha. Harga jagung belum lama ini masih berada di Rp 4.100/kg dan saat ini sudah turun antara Rp 3.800/kg," tutur Ketua Poktan Makmur, Muhaji yang mengatakan, panen ini berhasil dilakukan dengan benih jagung yang merupakan swadaya petani.

Kadistan Trenggalek, Joko Surono memaparkan, manfaat panen di Kabupaten Trenggalek diharapkan terus mengalami peningkatan. Karena itu, hal ini harus didukung dengan bermacam-macam kerjasama yang berkesinambungan antara petani jagung dan peternak.

"Harapan kami, Kementan dapat memberikan bantuan sarana pascapanen untuk menjaga kualitas jagung agar harga di pasar menjadi lebih baik," tuturnya.

Joko juga menyarankan para petani jagung terus aktif bekerjasama dengan para peternak. Selain itu, ia pun mengharapkan peran serta penyuluh pertanian agar terus memperhatikan harga harian jagung sampai dengan saatnya panen raya.

"Sebentar lagi akan terjadi panen raya jagung di tiap daerah, kita harus dapat mengantisipasi terjadinya jatuhnya harga jagung. Jadi, segeralah kita mulai mempertimbangkan untuk menjual jagung dengan bentuk hasil olahan agar kedepan ada nilai jual lebih," tuturnya.

Panen ini juga dihadiri oleh Komandan Kodim Kabupaten Trenggalek Dodik Novianto, dan Direktur Pembiayaan Pertanian, Ditjen PSP, Kementerian Pertanian, Sri Kuntarsih.

Direktur Pembiayaan Sri Kuntarsih yang mewakili Kementerian Pertanian dan sekaligus penanggungjawab program LTT Upsus Pajale wilayah Karasidenan Madiun yang meliputi salah satunya Kabupaten Trenggalek, secara langsung menanggapi dan akan meneruskan permintaan Kadistan Kabupaten Trenggalek yang mengusulkan bantuan berupa corn sheller untuk proses hasil panen jagung yang berkualitas dan lebih optimal. "Sehingga harga di pasaran tetap stabil," tuturnya.

Setelah penutupan acara ini, diharapkan adanya kesepakatan oleh petani dengan para peternak di sekitar Kabupaten Trenggalek untuk menyerap hasil panen jagung sebagai pakan untuk ternak.

Reporter : Rinaldi NSA
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018