Wednesday, 21 October 2026


Ekspor Manggis, Dari Purwakarta Menembus Negeri Tirai Bambu

27 Feb 2019, 17:41 WIBEditor : Yulianto

Sekjen Kementan, Syukur Iwantoro (tiga dari kanan) saat pelepasan eskpor manggis ke Tiongkok

Manggis merupakan salah satu komoditas unggulan Indonesia. Bahkan ekspor dari tahun 2013 hingga 2018 mengalami peningkatan yang tajam

TABLOIDSINARTANI.COM, Purwakarta--- Pasar manggis di mancanegara kian manis. Terbukti dengan ekspor manggis dari Purwakarta ke Negeri Tirai Bambu, Tiongkok yang dilepas Sekjen Kementerian Pertanian, Syukur Iwantoro sebanyak 3.010 ton.

Pelepasan ekspor berlangsung saat Temu Teknis Penyuluh dan Petani Andalan bertempat di Tajug Gede Cilodong, Desa Cibungur, Bungursari, Purwakarta, Rabu (27/2). Temu teknis yang mengusung tema “Temu Teknis Penyuluh dan Petani untuk Mewujudkan Petani Hebat, Maju dan Makmur” menghadirkan 10.000 petani, penyuluh, santri tani, siswa SMK Pertanian dan mahasiswa perguruan tinggi pertanian yang berasal dari 5 Kabupaten di Jawa Barat, yaitu Purwakarta, Subang, Cianjur, Karawang, dan Indramayu.

Hadir juga Dirjen Hortikulttura Kementan, Suwandi, Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian, Sarwo Edhy, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Momon Rusmono, Kepala Dinas Pertanian Provinsi Jawa Barat, Hendi Jatnika, Sekretaris Daerah Purwakarta, Ius Permana dan Kepala Dinas Pertanian Purwakarta, Agus R Suherlan.

Syukur Iwantoro mengatakan, manggis merupakan salah satu komoditas unggulan Indonesia. Bahkan ekspor dari tahun 2013 hingga 2018 mengalami peningkatan yang tajam. Jika tahun 2013 eksporya hanya 7 ribu ton, namun tahun 2018 naik menjadi 39 ribu ton. Artinya naik sebanyak 400,2 persen.

Bahkan sebanyak 40 persen ekspor manggis berasal dari Jawa Barat.  Sentra produksi manggis di Jawa Barat berada Purwakarta, Subang, Sukabumi dan Tasikmalaya dan kabupaten lainnya.

Tujuan ekspor manggis yakni China, Hongkong, Thailand, Vietnam, Singapura, Malaysia, Arab Saudi, Kuwait, Oman, Qatar, Amerika, Australia dan beberapa negara Asean lainnya. “Ke depan ekspor terus kita tingatkan. Kalau bisa kita kalahkan Thailand, karena lahan kita luas, tinggal kita tingkatkan intensifikasi dan peningkatan produksi juga replanting," tuturnya.

Baca juga:

Bantuan Senilai Rp 15 M Digelontorkan pada Temu Teknis Penyuluh dan Petani

Labu Shaolin, Laku karena Kulitnya

 

Peremajaan tanaman

Untuk meningkatkan produksi manggis, Syukur menjelaskan, pemerintah melakukan langkah nyata yakni replanting (peremajaan) pohon manggis. Untuk itu pemerintah memberikan bantuan bibit unggul. Untuk Kabupaten Purwakarta sebanyak 3.500 pohon. "Kita akan bagikan kepada petani terutama petani milenial, sehingga mereka tidak hanya ekspor, tetapi juga menanam. Ke depan aku merubah secara bertahap, hutan manggis menjadi kebun manggis," katanya.

Sementara itu Direktur Jenderal Hortikultura, Suwandi menambahkan, berbagai kebijakan dan kemudahan perizinan telah mendongkrak ekspor hortikuktura. Tecatat, dari data BPS, pada 2018 ekspor manggis naik 29 persen dibandingkan 2017.  Khusus untuk ekspor manggis pada 2018 sebesar 38.830 ton atau naik 324 persen dari 2017 sebesar 9.167 ton. Bahkan nilai ekspor manggis 2018 Rp 474 miliar atau naik 778 persen dari 2017.

Menurut Suwandi, kuncinya peningkatan ekspor manggis ini yakni ada pada peningkatan mutu produk hortikultura dan perluasan pasar. Sebanyak 24 persen dari total produksi manggis Indonesia sudah diekspor, sentranya terdapat di Jawa Barat, Sumatera Barat, Jawa Timur dan lainnya. “Ini dilakukan dengan cara pembinaan kebun kebun, meningkatkan kualitas manggis, pengendalian OPT serta penanganan pasca panen dan packaging yang memenuhi standar,” terang Suwandi.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Purwakarta, Agus R Suherlan mengatakan, Kabupaten Purwakarta memiliki topografi yang bervariasi dengan lima kecamatan sentra sayuran dan buah-buahan yakni Wanayasa, Pondok Salam, Kiara Pedes, Bojong dan Darandang. "Di Purwakarta sudah ada beberapa eksportir, ini yang akan memberikan kemudahan bagi petani. Contohnya manggis, bulan Februari akan panen sekitar 50 ribu ton,” kata Agus.

Luas lahan manggis di Purwakarta mencapai 1.400 hektar yang tersebar di lima kecamatan tersebut. Harga saat ini semakin bagus seiring dengan adanya dua eksportir peserta dua unit packaging house di dua kecamatan yakni Darandang dan Purwakarta.  “Bila dulu harganya maksimal 12 ribu per kg, tapi sekarang untuk diekspor 28 ribu per kilogram,” ungkap Agus.

Perlu diketahui, manggis yang ekspor ini merupakan hasil budidaya dari petani milenial. Satu petani milenial yang sukses hingga ekspor yakni Dede Mulyana. Ia merupakan petani dari Kelompok Tani Tirta Surya Pertiwi, Desa Pasirangin, Kecamatan Darangdan, Purwakarta. Kemudian Wawan Juhyar dari Kelompok Tani Wargi Mukti, Desa Babakan, Kecamatan Wanayasa.

Dede Mulyana mengatakan Temu Teknis Penyuluh Pertanian dan Petani Andalan diharapkan menginspirasi petani dan santri tani milenial untuk meningkatkan daya saing dan keberhasilan sumber daya manusia pertanian. “Semangat saya petani semakin membara sekarang sudah bisa kerjasama dengan perusahan untuk ekspor. Alhamdulilah,” ucapnya.

 

 

 

 

Reporter : Indarto
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018