Kamis, 21 Maret 2019


Tambah Devisa Negara, Lidi pun Diekspor

15 Mar 2019, 20:14 WIBEditor : Gesha

Ekspor lidi dari Jambi menambah devisa negara | Sumber Foto:HUMAS KARANTINA

Lidi dari urat daun nipah tersebut biasanya digunakan untuk kebutuhan rumah tangga dan sovenir seperti piring, keranjang buah dan lain-lain.

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Jambi --- Indonesia terus meningkatkan ekspor untuk menambah devisa negara. Kini giliran lidi dari Jambi diekspor.

Sebanyak 108 ton lidi dari pohon nipah (Nypa fruticans) asal Jambi disertifikasi Kementan melalui Badan Karantina Pertanian (Barantan) sebelum diberangkatkan ke India. 

Lidi dari urat daun nipah tersebut biasanya digunakan untuk kebutuhan rumah tangga dan sovenir seperti piring, keranjang buah dan lain-lain.

Pemeriksaan berupa tindakan karantina yang dilakukan terhadap komoditas lidi sehingga dapat memenuhi persyaratan sanitary dan phytosanitary (SPS) atau persyaratan kesehatan karantina dari negara mitra dagang, yaitu bebas hama dan penyakit target. 

Petugas karantina melakukan pemeriksaan dokumen dan fisik, memastikan komoditas pertanian tersebut bebas hama dan penyakit.

Jika ditemukan adanya investasi hama, maka dilakukan tindakan karantina seperti fumigasi atau tindakan karantina lainnya guna mengeliminasi hama tersebut. Hal ini agar tidak terjadi penolakan saat tiba di negara tujuan.

Selain lidi, empat komoditas pertanian Jambi lainnya senilai total Rp 9,4 miliar juga diekspor dengan tujuan ke berbagai negara.

 "Diantaranya ada cangkang sawit sebanyak 8.500 ton tujuan Thailand senilai Rp 6,6 miliar, pinang sejumlah 81 ton tujuan Thailand senilar Rp 1,41 miliar, lidi berjumlah 108 ton tujuan India senilai Rp 863,65 juta, kayu olahan total 117,6432 meter kubik tujuan Taiwan senilai Rp 453,58 juta dan kelapa bulat sejumlah 27,5 ton tujuan Pakistan senilai Rp 89,25 juta," tutur Kepala Karantina Pertanian Jambi, Abidin.

Selama periode 2018 Jambi mengekspor 49 jenis komoditas pertanian ke 47 negara dengan volume 916 ribu ton dan 40.795 meter kubik serta frekuensi pengiriman sebanyak 2.473 kali dengan nilai lebih dari Rp 3,95 triliun.

Perbandingan ekspor komoditas pertanian periode Januari - Februari 2018 dengan Januari - Februari 2019 terjadi peningkatan lebih dari 700% untuk komoditas cangkang sawit, dan 257% untuk pinang (cangkang sawit dari 29.723 ton menjadi 221.211 ton; pinang 5.819 ton menjadi 14.988 ton).

Provinsi Jambi sendiri memiliki potensi yang besar di bidang pertanian. "Pada 2018 total nilai ekspor komoditas pertanian Jambi mencapai Rp 3,95 triliun dengan komoditas unggulan diantaranya cangkang sawit, biji pinang, karet lempengan, crude coconut oil (CCO) atau minyak kelapa dan kayu olahan, dengan negara tujuan Jepang, Thailand, Korea Selatan, India dan Malaysia," ujar Abidin.

Tingkatkan Ekspor

Kepala Pusat Karantina Hewan dan Keamanan Hayati Hewani Barantan, Agus Sunanto berpesan agar petani dan eksportir mendapatkan keuntungan sesuai harapan, langkah yang perlu dilakukan diantaranya dengan memperhatikan waktu panen dan cara penanganan pasca panen yang tepat, sistem sortasi yang efektif, serta efisiensi waktu dan biaya penanganan sampai komoditas siap diekspor.

Ia juga menekankan agar ekspor pertanian tersebut dapat ditingkatkan, baik volumenya maupun tujuan negara mitra dagang yang baru.

"Caranya dengan meningkatkan daya saing ekspor kita dibandingkan dengan sesama negara produsen lainnya, silakan nanti berkoordinasi langsung dengan tim BPTP dan dinas terkait untuk inovasi komoditasnya," tutur Agus.

Agus mengingatkan bahwa bagi masyarakat terutama para milenial di Jambi yang ingin menjadi eksportir pertanian, Kementan melalui program Agro Gemilang (Ayo Gerakkan Ekspor Produk Pertanian oleh Generasi Millenial Bangsa) membuka pelatihan berbagai komoditas pertanian guna memenuhi standar sanitary dan phytosanitary negara tujuan.

"Hubungi saja kantor karantina terdekat dan ikuti jadwal pelatihannya, mereka juga bisa melakukan bimbingan secara mandiri ke petugas karantina jika diperlukan. "Pokonya kami support penuh, supaya ekspornya lancar," terang Agus. 

Reporter : Tiara
BERITA TERKAIT
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018