Kamis, 21 Maret 2019


Sumatera Selatan Makin Gencar Berkontribusi Ekspor

16 Mar 2019, 16:13 WIBEditor : Gesha

Ekspor dari Sumatera Selatan diharapkan bisa menambah devisa negara | Sumber Foto:HUMAS KARANTINA

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Palembang ---- Berbagai provinsi di Indonesia semakin menggencarkan ekspor. Salah satunya adalah Sumatera Selatan (Sumsel) dengan berbagai produk pertaniannya untuk menambah devisa negara.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) berada di urutan ke-10 dalam kontribusi di sektor ekspor non migas dengan mencatat angka 1.454,40 juta dolar Amerika Serikat atau berkontribusi 0,89% terhadap total ekspor non migas Indonesia senilai US$ 162.810,20 juta pada tahun 2018.

Kementerian Pertanian (Kementan) pun memasukan tiga komoditas unggulan ke dalam fokus pembangunan pertanian di Sumsel yakni karet, kelapa bulat dan kopi.

“Hal ini sejalan dengan instruksi Presiden, untuk menggenjot ekspor non migas guna meraup devisa negara,” kata Kepala Badan Karantina Pertanian (Barantan) Kementan, Ali Jamil saat menyerahkan Sertifikat Kesehatan Tumbuhan atau Phytosaniatary Certificate, PS sebagai persyaratan ekspor negara mitra dagang di Palembang.

Menurut Jamil, petugas karantina pertanian melakukan pemeriksaan dokumen dan fisik, memastikan komoditas pertanian tersebut bebas hama dan penyakit.

Jika ditemukan adanya investasi hama, maka dilakukan tindakan karantina seperti fumigasi atau tindakan karantina lainnya guna mengeliminasi hama tersebut.

Ini dilakukan agar tidak terjadi penolakan saat tiba di negara tujuan. "Kami berkomitmen lakukan percepatan layanan  ekspor  komoditas pertanian, tujuannya agar para petani dan pelaku usaha bisa mendapat nilai tambah yang proporsional, selain menjadi masukan devisa bagi negara," tambahnya.

Kepala Karantina Pertanian Palembang, Bambang Hesti Susilo memaparkan jumlah komoditas yang diekspor masing-masing adalah karet yang berjumlah 1.108  ton dengan nilai Rp 21,6 miliar atau setara dengan US$ 1.550.000 dengan tujuan Jepang dan Finlandia.

Kemudian komoditas kelapa berjumlah 500 ton dengan nilai Rp 1,3 miliar atau setara dengan US$ 95 ribu USD dengan tujuan ke Cina dan komoditas kopi berjumlah 210 ton dengan nilai Rp 4,2 miliar atau setara dengan US$ 301.770  dengan tujuan Inggris.

Bambang  juga menyampaikan bahwa berdasarkan data sistem aplikasi Perkarantinaan, pada 2018 tercatat ekspor komoditas pertanian dari Sumsel berupa karet sebanyak  249 ribu ton dengan nilai Rp 3,9 trilun, kelapa bulat sebanyak 129.001 ton dengan nilai Rp 245,1 miliar dan kopi  sebanyak 2.195 ton dengan nilai Rp 39,5 miliar.

Gubernur Sumsel, Herman Deru yang hadir dan melepas ekspor ini, dalam sambutannya  menyampaikan apresiasi terhadap semua pihak, khususnya Kementan yang telah melakukan upaya khusus terhadap komoditas unggulan di wilayah kerjanya. 

“Pelepasan ekspor merupakan momentum untuk menguatkan komitmen kita semua dalam upaya meningkatkan nilai tambah dari hulu ke hilir,” tukas Herman.

Ia berharap pelepasan ekspor komoditas pertanian dari Provinsi Sumsel membuat seluruh kalangan agar senantiasa peduli terhadap peningkatan kesejahteraan petani yang merupakan faktor penting dalam upaya peningkatan ekspor komoditas pertanian.

Reporter : Tiara
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018