Kamis, 12 Desember 2019


Ekspor Nambah Deui, Krisan Cianjur Mewangi di Luar Negeri

20 Mar 2019, 17:32 WIBEditor : Gesha

Krisan asal Cianjur siap mewangi di luar negeri | Sumber Foto:DESSY

capaian ekspor komoditas hortikultura 2018 sangat membanggakan. Melansir data BPS, total ekspornya sebesar 435.328 ton senilai Rp 6,27 triliun.

 

TABLOIDSINARTANI.COM, CIanjur --- Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman kembali melepas ekspor hortikultura dari Indonesia.

Kali ini sebanyak 14 juta stek bunga krisan atau sejumlah 80 truk meluncur ke Jepang. Tak hanya itu 60 ton teh hitam 60 ton turut diberangkatkan menuju Taiwan, Malaysia, Uzbekistan, Turkmenistan dan Tazkistan, langsung dari Cianjur, Rabu (20/3).

Dirjen Hortikultura, Suwandi menuturkan capaian ekspor komoditas hortikultura 2018 sangat membanggakan. Melansir data BPS, total ekspornya sebesar 435.328 ton senilai Rp 6,27 triliun.

"Khusus ekspor bunga krisan 2018 sebesar 59,1 ton dan senilai Rp 11,7 miliar dan tanaman hias 2018 sebesar 4.675 ton. Selain Jepang, tujuan ekspor krisan selama ini ke Kuwait, Malaysia dan Singapura," sambung dia.

Menurut Suwandi, dipilihnya Ciherang sebagai lokasi pemberian bantuan dikarenakan daerah Cianjur sebagai sentra sayuran dan memiliki prospek sangat bagus di krisan. 

Kepala Bidang Hortikultura Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Cianjur, Supriatna Hasan menuturkan ekspor krisan cukup bagus di wilayah ini.

Frekuensi rata-rata per bulan empat kali pemberangkatan dengan volume 2-3 juta stik. Terdiri dari kurang lebih 20 varietas dan seluruhnya berasal krisan dari Cianjur.

"Kami mendukung sekali untuk komoditas unggulan florikultura ini. Krisan banyak tersebar di Kecamatan Sukaresmi dan Cugenang seluas 30 - 40 hektare. Secara kualitas krisan kami unggul namun secara jumlah masih perlu terus ditingkatkan," ujar Hasan. 

Prospek Hortikultura 

Champion cabai dan sayuran asal Cianjur, Suhendar menuturkan komoditas hortikultura, khususnya cabai merah luar biasa melimpah berkat konsentrasi Kementerian Pertanian. Selanjutnya, ke depan perlu diperhatikan sisi penjualan pasarnya. 

"Artinya, jauh - jauh sebelum tanam itu kita ingin tahu besaran harga dan pasarnya. Ini penting agar saat terjadi over produksi tidak sampai harga turun dan merugikan petani," ujarnya.

Suhendar mencermati, hal ini dapat kapan saja terjadi kendati Kementerian Pertanian terus menerus memberikan bantuan. Dirinya meyakini bahwa produk hortikultura sudah mampu berproduksi jauh di atas kebutuhan masyarakat.

"Kementerian Pertanian sudah luar biasa sekarang. Kami akui, tidak hanya cabai saja, bawang putih yang dari awal tidak ada Cianjur sekarang sudah menyiapkan benih beratus - ratus ton. Insya Allah tahun ini kita target di angka 250 ton," ujarnya optimistis.

Suhendar meyakini, bersama anggota kelompoknya mampu menyiapkan benih mandiri. Bersama kelompok tani lain, dirinya meyakini swasembada bawang putih segera tercapai.

Reporter : Dessy Puspitasari
BERITA TERKAIT
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018