Selasa, 23 April 2019


Ekspor Pertanian dari Batam Meningkat 24 Persen !

21 Mar 2019, 05:26 WIBEditor : Gesha

Ekspor di Batam semakin menambah panjang komoditas pertanian yang dikeluarkan dari Indonesia | Sumber Foto:HUMAS KARANTINA

Kali ini melepas ekspor komoditas pertanian berupa kakao dan kelapa bulat senilai Rp 46,99 M tujuan Jerman, USA, Estonia, Vietnam, Meksiko dan Malaysia.

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Batam --- Berada di zona perdagangan bebas atau free trade zone (ftz), Batam  terus tingkatkan eksportasi produk pertaniannya. Tercatat dari sistim otomasi perkarantinaan di Batam pada awal 2019 terjadi kenaikan jumlah ekspor dibandingkan tahun lalu sebesar 24 persen.

Pada Periode Januari - Februari 2018 terdapat ekspor 59.224,57 ton atau senilai Rp 839,17 miliar sedang pada periode sama pada 2019 sebesar 73.425,9 ton senilai Rp 936,57 miliar.

"Kita dorong pertumbuhan ini dengan bersinergi," kata Ali Jamil Kepala Badan Karantina Pertanian (Barantan) saat melepas ekspor komoditas pertanian di Dermaga Utara Pelabuhan Laut Batu Ampar, Batam, Selasa (19/3).

Kali ini melepas ekspor komoditas pertanian berupa kakao dan kelapa bulat senilai Rp 46,99 M tujuan Jerman, USA, Estonia, Vietnam, Meksiko dan Malaysia. 

Kegiatan tersebut adalah inisiasi dari Kementan lewat Badan Karantina Pertanian dengan programnya Agro Gemilang 2019 yang bertujuan meningkatkan ekspor komoditas pertanian yang berbasis wilayah dan menambah jumlah eksportir dibidang pertanian.

"Ekspor ini harus kita ekspose, supaya masyarakat tau bahwa kita punya potensi, ini harus digarap," kata Jamil.

Termasuk, menjaga kualitas dan mendukung ekspor komoditas pertanian daerah agar memenuhi persyaratan Sanitary dan Phytisanitary (SPS) negara tujuan, agar tidak terjadi penolakan saat tiba di negara tujuan

Kementan akan terus bersinergi dengan daerah untuk mendorong dan meningkatkan ekspor non migas terutama sektor pertanian. "Nah lewat program Agro Gemilang ini tidak hanya itu, kita ingin ada peningkatan volume dan penambahan eksportir dan juga negara tujuan, agar nilai tambah ini bisa bermanfaat lebih banyak," ungkapnya.

Kepala Karantina Pertanian Batam, Suryo Irianto Putro menambahkan bahwa, pada 2018 terdapat 49 komoditas asal Batam yang diekspor ke berbagai negara diantaranya ampas wangi, kakao, kelapa bulat, minyak sawit, rumput laut dan sarang walet. 

Dengan 20 negara mitra dagang diantaranya USA, Angola, Bangladesh, Belanda, Brazil, Tiongkok, Kamboja, Kanada, Mesir Jerman, Yordania, India, Korsel, Malaysia, Meksiko, Singapura, Tanzania dan Vietnam. Dan nilai total ekspor mencapai  Rp 19,32 triliun.

Gubernur Kepulauan Riau, Nurdin Basirun yang hadir dan melepas ekspor produk pertanian ini juga membenarkan bahwa Batam punya potensi sektor migas bidang pertanian yang cukup potensial.

Menurutnya, program tersebut perlu didorong. Pihaknya akan berjanji akan mengoptimalkan upaya yang ada melalui dinas dan lembaga penelitian agar hasil yang didapatkan petani bisa lebih optimal.

"Program ini perlu kita support, kita akan lakukan seoptimal mungkin supaya eksportir dan petani mendapat nilai tambah yang optimum selain juga jadi devisa untuk daerah," ujarnya.

Reporter : Tiara
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018