Selasa, 23 April 2019


Fantastis ! 15 Ton Kerapu Senilai Rp 1,65 Miliar Berlayar ke Hongkong

21 Mar 2019, 08:03 WIBEditor : Gesha

Ekspor ikan kerapu Indonesia semakin menggeliat dan bernilai fantastis | Sumber Foto:HUMAS DJPB

Di titik-titik sentral produksi kerapu seperti Belitung, Bintan, Bali, dan titik utama lainnya, aktivitas ekspor masih berjalan normal. Artinya kegiatan usaha budidaya kerapu masih berjalan baik di sentra-sentra produksi.

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta ---  Sebanyak 15 ton ikan kerapu senilai USD117.850 atau setara dengan Rp1,65 miliar diekspor dari Belitung ke Hongkong. Ekspor tersebut merupakan ekspor ketiga dalam kurun tiga bulan terakhir sepanjang tahun 2019.

Ekspor jenis ikan karang tersebut  dilakukan oleh PT Putri Ayu Jaya menggunakan kapal angkut MV. Cheung Kam Wah.

Pelepasan ekspor dihadiri petugas Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Belitung; Stasiun Karantina Ikan, Pengendalian Mutu, dan Keamanan Hasil Perikanan (SKIPM) Pangkalpinang; Syahbandar Pelabuhan Tanjung Pandan; petugas Satker Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Tanjung Pandan; Imigrasi Tanjung Pandan; dan Bea Cukai Belitung.

Direktur Jenderal Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Slamet Soebjakto menyatakan  ekspor kerapu per Maret  tahun 2019 masih berjalan normal.

"Aktivitas ekspor dari Belitung menjadi bukti bahwa ekspor melalui jalur laut masih berjalan seperti biasa," ujar Slamet, di Jakarta, Kamis (21/3).

Menurut Slamet, di titik-titik sentral produksi kerapu seperti Belitung, Bintan, Bali, dan titik utama lainnya, aktivitas ekspor masih berjalan normal. Artinya kegiatan usaha budidaya kerapu masih berjalan baik di sentra-sentra produksi.

Hal yang sama diungkapkan Kepala Bidang Perikanan Budidaya DKP Kabupaten Belitung, Firdaus Zamri. Menurutnya saat ini kondisi ekspor kerapu Belitung masih normal.    

"Biasanya ekspor dilakukan sebulan sekali, kecuali pada momen Imlek di mana ekspor bisa meningkat hingga 2 kali lipat," ujar Firdaus.

Firdaus menambahkan usaha budidaya kerapu di Belitung berjalan baik dan cukup berkembang. Beberapa masyarakat di sentra budidaya kerapu  di Desa Pegantungan, Kecamatan Badau; Desa Tanjung Rusa, 

Kecamatan Membalong dan Desa Selat Nasik, Kecamatan Selat Nasik sampai saat ini masih melakukan budidaya kerapu. " Kami juga mengharapkan dukungan dari KKP khususnya bantuan benih kerapu," ujarnya.

Data DKP Kab. Belitung menyebutkan, jumlah pembudidaya kerapu di Kabupaten Belitung sebanyak 148 rumah tangga perikanan (RTP) .

Sedangkan  jumlah unit  usahanya sebanyak 1.710 yang tersebar di 5 kecamatan di Kabupaten Belitung. Data juga menyebutkan,  pada periode Januari - Maret 2019 sudah sebanyak 45 ton  kerapu asal Belitung  diekspor ke Hongkong dengan nilai ekonomi mencapai  USD 353.570 atau setara dengan Rp 4,95 miliar. 

Reporter : Indarto
BERITA TERKAIT
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018