Kamis, 18 Juli 2019


Ekspor Produk Pertanian, Catatkan Garut Sebagai Produsen Berkualitas

21 Mar 2019, 16:33 WIBEditor : Gesha

Menteri Pertanian Amran Sulaiman bersama Dirjen Hortikuktura dan eksportir melepas kentang produksi dari Garut | Sumber Foto:NATTASYA

Berbagai komoditas hortikultura maupun produk pertanian lainnya mampu dihasilkan Garut untuk pasar Internasional

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Garut --- Dikenal sebagai sentra pertanian di Jawa Barat, Garut ternyata memiliki produk pertanian kualitas wahid. Buktinya beberapa produk tersebut diekspor dan menembus pasar luar negeri.

Seperti yang terlihat saat Menteri Pertanian Amran Sulaiman melepas ekspor langsung secara simbolis 5 ton kentang senilai Rp 100 jutaan ke Singapura.

Pelepasan ekspor perdana komoditas hasil panen petani asal Kabupaten Garut ini dilakukan di lapangan GOR Ciateul, Garut pada Kamis (21/3).

"Dulu kita impor kentang, hari ini kita ekspor ke beberapa negara. Bahkan kentang untuk pangan (sayuran) sudah kita tutup. Sebentar lagi kentang untuk industri juga kita tutup," tegasnya.

Kentang dari Garut memang menjadi andalan ekspor, tak tanggung-tanggung 1000 ton akan diekspor dari Kota Dodol ini. 

Tak hanya kentang varian Granola dari Cikajang, Menteri Amran juga melepas dua komoditas lainnya yakni 19 ton manggis senilai Rp 392 juta, dan Bareecore atau plywood sebanyak 591,3 Meter kubik dengan nilai Rp 1,4 miliar tujuan Tiongkok.

Menteri Amran juga mengapresiasi para pelaku usaha di bidang agribisnis yang telah turut mendukung dan memberi nilai tambah bagi petani yang turut hadir, masing-masing PT. Alamanda Sejati Utama, PT. Sumber Jaya Manggis, dan PT. Bineatama Kayone Lestari. 

Kepala Barantan Ali Jamil yang ikut hadir mendampingi kunker Mentan bertajuk Apresiasi dan Sinkronisasi Program Kementerian Pertanian 2019 ini menyampaikan dari sistem otomasi Barantan tercatat eksportasi komoditas kentang di tahun 2018 melalui sertifikasi di Karantina Bandung sebesar 1.000 ton dengan nilai ekonomi Rp 20 Miliar. 

Untuk ekspor manggis, dalam kurun waktu triwulan pertama 2019, totalnya 1.261,2 ton dengan nilai Rp 17,6 miliar tujuan China.

Sementara ekspor barecore hingga Maret 2019 mencapai  total 926 kontainer dengan nilai Rp. 129,6 milyar dengan tujuan China dan Timur Tengah. 

Jamil juga menyampaikan selama periode Januari-Maret 2019, ekspor sayuran tercatat sebanyak 293 ton, dengan frekuensi pengiriman sebanyak 372 kali.

"Ekspor sayuran dan buah lainnya telah menyumbang devisa sekitar US $ 3 juta, dan melati sekitar US $ 1.5 juta selama kurun waktu 2018-2019," tambahnya.

Bupati Garut Rudy Gunawan berharap pendampingan khususnya bagi para petani di Garut untuk memasuki pasar ekspor dapat terus digalakkan.  

Reporter : Nattasya
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018