Senin, 19 Agustus 2019


Prabowo : Saya Hanya Fokus Pada Petani Nelayan Guru Honorer !

14 Apr 2019, 00:20 WIBEditor : Gesha

Petani dan anak muda sudah seharusnya match dengan teknologi dan online | Sumber Foto:ISTIMEWA

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta --- Kurang adaptifnya Capres 02 Prabowo Subianto akan perkembangan digital dan teknologi bukan karena tidak paham, tetapi karena beda prioritas tujuan pembangunan yang diembannya.

"Saya hanya fokus pada hidup petani, nelayan, buruh, guru honorer. Digital-digital itu bagus. Tapi rakyat kita butuh swasembada pangan, pangan dalam harga terjangkau," tegas Capres 02, Prabowo Subianto dalam debat kelima Pilpres 2019 di Hotel Sultan, Jakarta, Sabtu (13/4).

Pernyataan tersebut terlontar begitu Capres 01 Joko Widodo meminta tanggapannya mengenai e-sports dan peluang ekonomi kreatif bidang digital lainnya. 

Namun, Cawapres 02 Sandiaga Uno masih memberikan pernyataan bahwa digitalisasi memang sangat berguna khususnya untuk mendekatkan produk pertanian langsung ke pasar.

"Misalnya, Saudara Rahman dari Sidrap Sulsel yang menggunakan teknologi di industri pertanian. Dan Food Station saat itu membeli beras langsung dari millenial-millenial itu. Saya kagum mereka memiliki komitmen untuk bertani," tuturnya.

Sandi yakin dengan teknologi bisa meningkatkan produktivitas, mendekatkan langsung dengan konsumen bahkan melakukan ekspor pangan. 

Pahami Teknologi

Berbeda dengan Prabowo, Capres 01 Joko Widodo kembali menekankan bahwa anak muda harus dapat memahami dan bisa beradaptasi dengan perubahan dunia yang terjadi begitu cepat.

"Harus mengerti artificial intelligence, bitcoin, crypto currency, virtual reality, internet of thing, mengerti semuanya," ucapnya.

Menurutnya, jika anak muda tidak menguasai perubahan tersebut, negara Indonesia akan kalah berkompetisi dan bersaing dengan negara-negara lain di dunia. 

Apalagi di era  industri 4.0 sendiri pemanfaatan kecerdasan buatan (artificial intelligence), internet of things, big data, hingga robot demi penciptaan nilai tambah barang dan jasa.

Karena itu, respon cepat pemerintah adalah dengan memfasilitasi perkembangan tren teknologi itu dengan membangun ekosistem yang nyaman dan infrastruktur yang mumpuni.

Calon Presiden nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi) berjanji akan meningkatkan pemasaran produk pertanian dan perikanan ke jaringan perbelanjaan dalam jaringan (daring) atau "e-commerce" untuk medongkrak pendapatan petani maupun nelayan.

"Kita mengetahui sekarang anak muda sudah mengembangkan ekosistem 'online'. Kita akan sambungkan dengan 'offline'. Itu juga untuk pertanian dan perikanan," kata Jokowi.

Jika hal tersebut digencarkan, produk pertanian dan perikanan Indonesia tidak kalah bersaing.

Reporter : Nattasya
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018