Senin, 26 Agustus 2019


Tahan Laju Harga Bawang, OP Digelar di Pasar Induk

14 Apr 2019, 07:10 WIBEditor : Yulianto

Bawang merah OP dijual dengan harga Rp 20 ribu/kg | Sumber Foto:Yulianto

Harga bawang merah konsumsi di pasar induk sekitar Rp 28 ribu/kg. Lewat OP ini bawang merah djual Rp 20 ribu/kg

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta---Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Hortikultura bekerjasama dengan pelaku usaha lagi-lagi menggelar Operasi Pasar (OP) bawang merah dan bawang putih. Untuk menahan laju kenaikan harga bawang merah dan bawang putih, OP digelar di pasar induk.

Sabtu (13/4), kembali Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur dibanjiri bawang merah dan bawang putih. Dengan OP ini pemerintah berharap dapat menahan laju kenaikan harga dua bumbu dapur tersebut.

OP ini, Kementan bekerjasama dengan PT. Revi Makmur Sentosa dan PT. Cahaya Bahari Jakarta dengan menggelontorkan 7 ton bawang merah dengan harga Rp 20 ribu/kg dan 3,5 ton bawang putih dengan harga Rp 18 ribu/kg.

Kepala Sub Direktorat (Kasubdit) Bawang Merah dan Sayuran Umbi, Direktorat Jenderal Hortikultura, Muhammad Agung Sunusi mengaku optimis harga bawang akan kembali stabil. Selain karena pihaknya terus melakukan operasi pasar, beberapa sentra bawang juga akan segera panen.

"Harga bawang merah konsumsi di pasar induk masih sekitar Rp 28 ribu/kg. Lewat OP ini kita jual bawang merah konsumsi Rp 20 ribu/kg agar harga bisa turun. Bawang kami datangkan langsung dari sentra-sentra penyangga Brebes seperti Kendal, Demak, Probolinggo, Madura hingga Bima," tutur Agung yang hadir di OP di pasar Induk Kramat Jati

 

OP bawang di Pasar Induk Kramat Jati

Panen bawang

Agung juga menjamin stok produksi bawang merah pada April sampai Lebaran aman. Bahkan ia memprediksi melebihi kebutuhan karena terdapat panen raya di sentra-sentra besar produksi, termasuk Brebes sekitar 2 ribu ha. "Stok dari sentra semakin normal dan harga mudah-mudahan bisa menyesuaikan normal,” ujarnya.

Selain Brebes, April ini panen bawang merah juga akan beralngsung di Probolinggo, Bandung, Garut, Sukabumi, Bima, Sumbawa, Kendal, Demak, Majalengka, Cirebon bahkan Nganjuk dan Solok. Bahkan di Demak dan Solok akan panen masing-masing seluas 1.500 ha untuk memasok kebutuhan pasar Jakarta.

"Operasi pasar ini juga sebagai upaya kita untuk meyakinkan kepada masyarakat bahwa stok tersedia, dan tidak ada alasan menaikan harga karena barang tidak ada," tambah Agung. Bahkan di pasar induk Kramat jati saja kini ada sekitar 30-35 truk bawang merah masuk untuk memasok kebutuhan DKI Jakarta. Padahal normalnya hanya sekitar 25 truk.

Menurut Agung, OP bawang merah dan bawang putih yang pemerintah lakukan ini bukan hanya di Jakarta. Menurut Agung, pemerintah juga menggelar di Surabaya. Diperkirakan total volume bawang, baik merah dan putih yang pemerintah gelontorkan sebanyak 60 ton. Di Jakarta bawang merah yang dijual untuk OP sebanyak 21 ton. Sementara di Surabaya total yang digelontorkan 24 ton tersebar di Pasar Pabean sebanyak 8 ton, Pasar Kaputren 8 ton, Pasar Mangga Dua 8 ton. “Memang kita fokuskan ke kota-kota besar yang pergerakan harganya siginifikan seperi jakarta dan Surabaya,” ujarnya.

Sementara itu Kasubdit Standarisasi dan Mutu Direktorat Pengolahan dan Pemasaran Hasil Hortikultura, Tommy Nugraha mengatakan dengan dilakukan operasi pasar tersebut harga bawang dipasaran berangsur stabil. "Saat ini stok tersedia, jadi kalau harga dipasaran masih saja tinggi kami menduga ini ada permainan di lapangan," katanya.

 

Reporter : Julian
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018