Friday, 30 October 2026


Biji Pinang Senilai Rp 9,1 Miliar Berangkat ke Luar Negeri

14 May 2019, 15:32 WIBEditor : GESHA

Biji pinang menyumbang 16,7% dari total ekspor komoditas pertanian asal Jambi pada 2018, berada di posisi kedua terbesar dibawah komoditas karet yang menyumbang 60%.

Biji pinang menyumbang 16,7?ri total ekspor komoditas pertanian asal Jambi pada 2018, berada di posisi kedua terbesar dibawah komoditas karet yang menyumbang 60%.

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Jambi --- Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Badan Karantina Pertanian (Barantan) melakukan sertifikasi terhadap 320.260 ton biji pinang asal Jambi senilai Rp 9,1 miliar yang akan diterbangkan ke Thailand dan India.

"Kementan berkomitmen meningkatkan ekspor berbagai komoditas pertanian, tujuannya agar para petani dan pelaku usaha bisa mendapat nilai tambah yang proporsional, selain menjadi masukan devisa bagi negara," kata Kepala Barantan, Ali Jamil.

Biji pinang menyumbang 16,7?ri total ekspor komoditas pertanian asal Jambi pada 2018, berada di posisi kedua terbesar dibawah komoditas karet yang menyumbang 60%.

Selain biji pinang, komoditas pertanian lainnya yang diekspor adalah cangkang sawit sebanyak  3.700 ton senilai Rp 5,6 miliar dengan tujuan Thailand dan kelapa bulat sebanyak 27 ton senilai Rp 378 juta dengan tujuan Pakistan. Hal ini disampaikan oleh Pelaksana Tugas Kepala Karantina Pertanian Jambi, Bambang Hesti.

Dari sistem otomasi perkarantinaan, IQFAST di Karantina Pertanian Jambi tercatat lalu lintas ekspor komoditas pertanian asal Jambi pada 2018 mencapai total nilai Rp 3,95 triliun. 

Dengan komoditas unggulan diantaranya cangkang sawit, biji pinang, karet lempengan, crude coconut oil (CCO) atau minyak kelapa dan kayu olahan. Dan 5 negara tujuan ekspor terbesar adalah Jepang, Thailand, Korea Selatan, India dan Malaysia tambah Bambang.

Asisten Dua Sekretariat Daerah Provinsi Jambi,  Agus Sunarya mewakili Gubernur Provinsi Jambi menyampaikan bahwa potensi pertanian Jambi harus didukung dengan potensi sumberdaya manusia agar mampu bersaing dan memberikan manfaat sebesar-besarnya untuk para petani dan pelaku usaha.

Apresiasi yang tinggi disampaikannya kepada  Kementan dan Karantina Pertanian. “Kita semua terutama dari institusi pemerintah harus mendukung pemberdayaan sumberdaya pertanian lokal, agar mampu go internasional supaya manfaat buat semua. Kepada para eksportir PT Berkah Enegri Abadi, PT Indopak Trading, PT dan Indo Lanka Usaha Mandiri serta pelaku usaha lainnya, agar terus lakukan inovasi agar produk pertanian yang diekspor merupakan produk hilir sehingga memberi nilai tambah,”  tutup Agus. 

 

 

Reporter : tiara
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018