Jumat, 13 Desember 2019


Daripada Dijual Ilegal di Dalam Negeri, Jeroan Celeng Palembang Diekspor ke Vietnam

06 Jun 2019, 10:02 WIBEditor : Gesha

Jeroan Celeng dari Palembang ternyata laku di Vietnam | Sumber Foto:HUMAS KARANTINA

Berdasarkan data lalulintas di Karantina Pertanian Palembang, tercatat ekspor daging celeng tahun 2018 dengan tujuan Vietnam sebanyak 26,3 ton senilai Rp 2 miliar.

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Palembang --- Pasokan daging celeng yang berlimpah dari beberapa wilayah Sumatera membuka peluang distribusi yang tinggi namun dengan cara ilegal di pulau Jawa membuat masyarakat resah. Padahal jauh lebih menguntungkan dijual ekspor.

"Ekspor daging celeng ke Vietnam dengan nilai ekonomi yang cukup menjanjikan ini harapannya bisa menjadi solusi peredaran daging celeng secara ilegal," kata Bambang Hesti, Kepala Karantina Pertanian Palembang saat melepas 8 ton jeroan babi hutan senilai Rp 240 juta di Pelabuhan Boom Baru, Palembang.

Bambang Hesti yang didampingi Kepala Seksi Karantina Hewan,  drh. Fitria Maria Ulfah memaparkan sebagai persyaratan ekspor negara tujuan, pihaknya melakukan tindakan karantina.
 
Setelah dipastikan komoditas ini memiliki Veterinary Health Certificate dari Kesmavet, Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan,  Kementerian Pertanian. Adapun tindakan yang dilakukan oleh medik dan paramedik Karantina Pertanian Palembang adalah pemeriksaan fisik dan pemeriksaan laboratorium pengujian berupa total plate count yang menghitung cemaran mikroba.
 
"Setelah semua dipastikan lolos, kami menerbitkan Health Certificate (HC) sebagai persyaratan ekspornya," tambahnya.
 
Chen Jianguang dari PT. TM pemilik komoditas ekspor ini mengapresiasi percepatan layanan karantina, dan ia berharap untuk dapat menggalang pengumpul daging celeng di Sumatera terutama di wilayah Sumatera Selatan mengingat permintaan yang tinggi di Vietnam.
 
Chen juga menyampaikan adanya permintaan di pasar Tiongkok dan berharap kedepan Barantan dapat turut memfasilitasinya terhadap persyaratan dan protokol karantinanya.
 
Berdasarkan data lalulintas di Karantina Pertanian Palembang, tercatat ekspor daging celeng tahun 2018 dengan tujuan Vietnam sebanyak 26,3 ton senilai Rp 2 miliar.
 
"Peluang ekspor daging celeng ke  negara dengan masyarakat tertentu ini cukup terbuka lebar. Perlu kerjasama semua pihak agar permasalahan peredaran daging celeng dapat teratasi, bahkan bisa menjadi nilai tambah dengan pasar ekspor bagi pengepulnya," tandas Bambang.
Reporter : Tiara
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018