Sabtu, 24 Agustus 2019


Jadikan Jakarta sebagai Pasar Komoditi Pertanian Indonesia

18 Jul 2019, 11:05 WIBEditor : Gesha

Sekda DKI Jakarta bersama jajarannya sedang menyambangi salahsatu peserta pameran di Peda DKI Jakarta, Rabu (17/7) | Sumber Foto:CLARA

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta --- Jumlah penduduk yang banyak dan beranekaragam menjadikan Jakarta, potensial untuk menjadi pasar dari komoditi pertanian Indonesia khususnya dari daerah sentra dan penyangga.

"Sebagai ibukota dengan jumlah penduduk terpadat di Indonesia, kita jadikan Jakarta sebagai pasar untuk komoditi-komoditi daerah lain di Indonesia karena konsumen terbanyak adalah di sini,” kata Sekretaris Daerah DKI Jakarta, Saefullah saat acara Pekan Daerah KTNA (Peda KTNA) DKI Jakarta ‘Menjadikan Petani Milenial, Mandiri, dan Profesional dalam Mendukung Pertanian Perkotaan’ di Jakarta, Rabu (17/7).

Bukti bahwa Jakarta sebagai pusat berkumpulnya komoditi pertanian, dibuktikan dengan adanya beberapa BUMD yang bergerak untuk pemenuhan pangan di Jakarta.

Saefullah menjabarkan beberapa BUMD milik Jakarta yang bergerak di komoditi pertanian, yakni: PT Dharmajaya yang merupakan BUMD Jakarta yang bergerak di bidang peternakan sapi, PT Food Station Tjipinang Jaya sebagai pusat komoditi pertanian di Jakarta dan PD Pasar Jaya yang merupana pusat perekonomian masyarakat Jakarta, salahsatunya adalah komoditi pertanian. “Makanya kita jadikan Jakarta ini sebagai pasar untuk petani di seluruh Indonesia,” ucapnya. 

Urban Farming

Bagaimana dengan pertanian di Jakarta? Memang sedikit mustahil melakukan kegiatan pertanian di tanah terbuka. Pertanian perkotaan menjadi solusi untuk kegiatan pertanian di Jakarta. Bertani di lahan yang terbatas dengan menanam tanaman produktif dan hidroponik adalah jalan yang tempuh untuk menghijaukan kembali Jakarta.

“Program Gang Hijau milik Pemrov Jakarta memang sudah lama dilaksanakan. Ini menjadi program andalan Jakarta untuk menghijuakan Jakarta kembali. Selain itu, sebagai langkah untuk meningkatkan kualitas udara Jakarta menjadi lebih baik,” ungkap Saefullah.

Bukan hanya itu, salah satu program Jakarta di bidang pertanian adalah melestarikan tanaman/buah asli Jakarta. Seperti di daerah Cipedak, Jakarta Selatan, yang menjadi icon adalah alpukat menteganya yang dinamakan Alpukat Cipedak. Alpukat ini sudah resmi menjadi varietas alpukat asal Cipedak.

“Ini kan alpukat sudah menjadi salahsatu icon Jakarta. Kalau misalnya ditanam di seluruh Jakarta, ketika panen dapat dijual. Dengan alpukat ini akan terjadi perputaran uang dan menjadikan penghasilan masyarakat Jakarta,” jelas Saefullah. 

Reporter : Clara
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018