Tuesday, 03 August 2021


Penyuluh, Kopassus Pembangunan Pertanian

08 Jul 2021, 15:22 WIBEditor : Yulianto

Penyuluh pertanian ibarat kopasus pembangunan pertanian | Sumber Foto:Dok. Sinta

TABLOIDSINSRTANI.COM, Jakarta---Fungsi penyuluhan pertanian adalah untuk meningkatkan kemampuan dan kesejahteraan petanian dalam rangka mewujudkan kedaulatan pangan. Salah satunya yang terpenting adalah adanya militansi dari penyuluh pertanian, karena tercapainya kedaulatan pangan tidak akan ada arti jika petani tidak sejahtera.

Era 4.0 telah dilewati dan Indonesia akan segara memasuki era 5.0, dan pertanian akan tetap menjadi sektor penting di era itu. Artinya pemanfaatan teknologi dan mekanisasi di bidang pertanian sudah tidak bisa dihindari.

Seperti kata Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, Bertani itu hebat dan keren”. Terbukti saat Covid 19 menghentak dunia, dan membuat semua orang tidak berdaya termasuk perekonomian dunia melambat, pertanian mampu menjadi sektor yang tetap bertahan dan tumbuh.

Jika melihat dari PDB, hanya pertanian yang naik, sektor lain semua minus. Ekspor pertanian juga naik 15,79 persen dengan nilai Rp. 451,77 triliun di 2020, dan di tahun ini yang baru Kuartal I saja sudah menyumbang 39,99 persen.

Sebagai salah satu indikator kesejahteran petani, saat ini Kementerian Pertanian sedang berupaya keras untuk mendongkrak Nilai Tukar Petani dari 103 poin menjadi ke level 105 poin. Meningkatnya NTP tentu akan selaras dengan meningkatkan kemampuan petani dalam budidaya setiap komoditas.

Hal itu diharapkan berujung pada kemampuan petani untuk mengekspor komoditas pangan, sehingga Indonesia bisa menembus 10 besar dunia. Pasar komoditas pangan asal Indonesia sangat terbuka di seluruh dunia seiring meningkatkan kebutuhan pangan dunia.

Karena itu, untuk meningkatkan angka NTP membutuhkan peran penyuluh yang mahir dalam membina petani secara teknis. Karena itu, Kementan mendorong pelatihan bagi penyuluh dengan lebih luas dan mencetak tenaga-tenaga terlatih untuk terus menggerakan pertanian ke arah yang lebih maju, mandiri dan modern.

Militansi Penyuluh

Untuk mewujudkan semua itu sangat diperlukan militansi penyuluh pertanian. Peran penyuluhan pertanian akan terlihat tidak maksimal jika tidak diikuti dengan kesejahteraan petani. Ini penting untuk meningkatkan produksi pertanian.

Kapasitas penyuluh petanian sebagai garda terdepan pembangunan pertanian di lapangan perlu ditingkatkan demi penumbuhan ekonomi dari sektor pertanian Indonesia. Dalam rangka mewujudkan upaya peningkatan kapasitas penyuluh pertanian diperlukan instrumen program yang terstruktur, sistematis, dan berkelanjutan.

Instrumen tersebut berbentuk petunjuk/bimbingan teknis (bimtek). Pelaksanaan bimtek secara umum bertujuan untuk meningkatkan kemampuan, pengetahuan, dan keterampilan agar sasaran pembangunan pertanian dicapai.

Saat ini, Kementan telah melaksanakan sejumlah pelatihan untuk meningkatkan kualitas SDM pertanian. Diantaranya, melalui pelatihan pemupukan berimbang, pelatihan kesuburan tanah, pelatihan varietas padi jagung kedele, pelatihan kewirausahaan pertanian, pemanfaatan KUR dan pelatihan pemanfaatan alsintan untuk meningkatkan produktivitas tanaman.

Penyuluh pun harus menguasai teknologi. Baca halaman selanjutnya

Reporter : Hendy Fitriandoyo (Fungsional Perencana)
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018