Tuesday, 03 August 2021


POLOWIJO

21 Jul 2021, 21:07 WIBEditor : Gesha

Talas | Sumber Foto:Istimewa

Tanggal 13 Juli ditetapkan sebagai World Taro Day atau Hari Talas Sedunia. Ada-ada saja memang, segala macam tanaman punya Hari Istimewa atau Hari Lahir. Tapi biarlah, anggap saja sebagai pengingat akan pentingnya sesuatu sehingga diingat dan diperhatikan masyarakat seluruh dunia. Lalu apa istimewanya Taro atau Talas bagi dunia?

Bagi bangsa Indonesia mungkin lebih baik tidak hanya ingat talas, tetapi ingat keluarga tanaman yang masuk kelompok Polowijo. Polowijo punya peran penting dalam menu makanan orang Indonesia. Kelompok tanaman yang merupakan alternatif sumber karbohidrat sesudah beras itu sangat penting.

Bahkan kalau dilihat dari prosesing dan product development jauh lebih luas dibandingkan beras yang secara tradisional terbatas pada olahan sederhana yang langsung dikonsumsi. Menu makanan masyarakat berbahan komoditas polowijo di seluruh pelosok negeri ini yang sangat beragam. Tapi itu dulu.

Sekarang terjadi perubahan akibat pengenalan beras dan nasi hampir dalam berbagai bantuan ke daerah rawan pangan, akibatnya terbentuk selera beras luar biasa sehingga makan makanan sumber karbohidrat non beras dianggap jatuh miskin dan bahkan belum makan.

Polowijo mempunyai kandungan nutrisi sama atau bahkan lebih baik dari beras. Ambillah contoh talas. Di dalam seporsi talas (sekitar 150 gram) yang sudah dimasak, terdapat 150 – 200 kalori, 5 – 7 gram serat, Sekitar 4 gram protein, 150 – 170 mg kalsium, 450 – 600 mg kalium, 30 – 50 mg magnesium dan 60 – 70 mg fosfor.

Tak hanya itu, talas juga kaya antioksidan, karbohidrat kompleks, vitamin C, vitamin B, vitamin A, serta mineral zat besi dan tembaga. Manfaatnya? Menjaga kadar gula tetap normal, mencegah penyakit jantung, meningkatkan kekuatan tulang, mengurangi risiko kanker, dan membantu menjaga berat badan. Lagi pula hampir semua bagian dari tanaman talas ini bisa diolah jadi makanan.

Hari Talas mengingatkan kita semua bahwa sumber karbohidrat tidak hanya beras. Komoditas palawija yang begitu banyak macamnya, lebih adaptable terhadap kondisi alam, lebih tinggi produktivitasnya, lebih tahan terhadap hama/penyakit dan mempunya keragaman lebih luas dalam product development. Ingat talas, ingat Polowijo dan ingat sumber makanan pokok yang istimewa.

 

 

Reporter : Memed Gunawan
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018