Thursday, 23 September 2021


DI MANA BELI TIWUL?

10 Sep 2021, 10:12 WIBEditor : Gesha

Tiwul Gunung Kidul | Sumber Foto:Istimewa

Editorial TABLOID SINAR TANI Edisi 15 September 2021

Oleh : Memed Gunawan

Pemimpin Umum Tabloid Sinar Tani

 

Diversifikasi Pangan menjadi topik utama Tabloid Sinar Tani dalam beberapa minggu terakhir ini dan mendapat tanggapan paling ramai dalam setiap Focus Group Discussion (FGD) maupun Webinar.

Temuan dan inovasi para ahli gizi, pakar teknologi pangan dan pengusaha prosesing pangan berbahanbaku lokal ternyata sudah banyak dan hasilnya membanggakan. Akan tetapi banyak masyarakat belum mengetahui karena selain produksinya masih belum massal, pemasarannya juga masih terbatas pada kalangan tertentu. Bahkan ada produk yang terbatas hanya untuk ekspor karena masyarakat belum mengenalnya.

Tidak terlalu salah jika makanan tesebut masih dalam kelas nyamikan dan makanan nostalgia, bukan makanan pokok, sehingga walaupun harganya lebih mahal dari beras tetapi masih dikonsumsi oleh kalangan tertentu. Bahkan secara total konsumsi pangan lokal alternatif beras, khususnya singkong, jagung, talas, dan sagu menurun dalam 4 tahun terakhir.

Yang menggembirakan, menurut kalangan akademisi dan juga pengamat, adalah kecenderungan masyarakat untuk beralih pada makanan sehat, kemudian meningkat pada saat pandemi Covid-19 karena masyarakat berusaha meningkatkan imunitas dalam upaya melawan Covid-19.

Potensi Indonesia sebagai penghasil bahan makanan non beras cukup tinggi kalau dilihat dari sisi produksi walaupun saat ini produksi masih berada di bawah angka kebutuhan untuk pangan, pakan dan industri.

Terbatasnya lahan menjadi salah satu kendala. Betul seperti dikatakan seorang pengamat bahwa lahan pertanian kita ibarat sarung kependekan, dipakai menutup dada, lutut kelihatan, dan dipakai menutup lutut, dada kelihatan.

Peluang pengembangan produk pangan non beras sangat besar, tidak hanya yang sudah tumbuh secara tradisional, tetapi berkembangnya produk baru yang berupa tepung, bahan siap masak, hasil olahan industri berbahanbaku non beras yang sekarang sudah memasuki pasar. Gagasan, inovasi dan kreativitas untuk menghasilkan ragam produk sangat kaya, sayang informasi dan ketersediaannya di pasar yang masih kurang.

Para pemangku kepentingan memang dituntut kerja keras dan inovatif agar bahan pangan lokal non beras yang siap dimasak ini tersedia melimpah di pasar sehingga masyarakat mudah memperolehnya. Promosi sudah cukup gencar, tinggal bukti di lapangan bahwa yang dipromosikan itu tersedia untuk dikonsumsi. Jangan sampai ada yang bertanya, "Di mana beli tiwul?"

 

 

Reporter : Memed Gunawan
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018