Monday, 23 May 2022


Mengembalikan Kejayaan Kopi

04 Jan 2022, 21:47 WIBEditor : Yulianto

Ragam jenis kopi | Sumber Foto:Dok. Sinta

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta---Upaya mengembalikan kejayaan kopi Indonesia mendapat sambutan yang sungguh riuh. Gaungnya menyentuh semua lapisan masyarakat, tidak hanya pebisnis dan peminum kopi, tapi juga para petani berdasi dadakan yang tiba-tiba belajar menanam dan meracik kopi. Toko-toko kehabisan peralatan meracik kopi, dan kopi tubruk cara kampung sampai dengan kopi pekat Expresso ala Itali menjamur di mana-mana.

Walaupun Brazil, Columbia, dan Vietnam sudah menggeser kedudukan Indonesia sebagai raja kopi dunia, tetapi data terakhir memperlihatkan ekspor Indonesia melesat pada saat ekspor ketiga negara itu mengalami penurunan. Negeri ini mempunyai unggulan lain kopi spesialti. Bukan hanya Robusta dan Arabika.

Menantang kopi racikan dan blending, kopi spesialti menawarkan keaslian rasa kopi yang tak bisa direka-reka manusia. Dan berhasil. Indonesia kaya akan jenis dan lokasi produksi kopi yang mempunyai ciri rasa istimewa, beda dan unik. Asosiasi Kopi Indonesia, Asosiasi Eksportir dan Industri Kopi Indonesia, Asosiasi Kopi Spesial Indoneia, Coffee Lovers Indonesia, serempak berpromosi, dan cafe, resto berbasis kopi bermunculan menambah semarak dunia kopi Nusantara.

Kebun kopi baru bermunculan dan varietas tanaman kopi unggul memenuhi berita di medsos.  Kopi Indonesia memiliki daya saing tinggi. Ini dikatakan Menteri Pertanian pada pertemuan pertama World Coffee Producers Forum (WCPF) di Medelin, Kolombia, pada 10-11 Juli 2017.  International Coffee Organization (ICO) bulan Oktober 2020 menyatakan ekspor kopi Indonesia  meningkat selama 1 tahun terakhir sebesar 21,8 persen, sementara Brazil turun 2,3 persen, Vietnam turun 3 persen dan Kolombia turun 8,7 perrsen. 

Walaupun demikian, gema kopi ini belum memberitakan lonjakan signifikan pendapatan dan kesejahteraan petani kopi tradisional yang merupakan bagian terbesar produsen kopi Indonesia. Keberuntungan mereka belum banyak terberitakan. Seperti pada umumnya, margin terbesar pada dunia pertanian berada di sektor hulu dan hilir. Semoga gemuruh perkembangan industri kopi Indonesia meningkatkan taraf hidup petani tradisional kopi. Kalau petani tidak menikmati keuntungan, gemuruh itu hanya untuk jangka pendek saja.

 

Reporter : Memed Gunawan
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018