Thursday, 18 August 2022


Refleksi Kemajuan Pertanian Organik Dunia untuk Indonesia

29 Jul 2022, 10:42 WIBEditor : Herman

Soekirman Ambasador Argonik Asia | Sumber Foto:Istansu

TABLOIDSINARTANI, --- Undangan Asian Local Government for Organics Agriculture (ALGOA) Indonesia 2022, mengalami kendala memperoleh visa. KVAC (Korean Visa Admission Center) di Lotte Plaza Kuningan Jakarta, menerapkan banyak syarat administrasi paspor, rekening koran 3 bulan terakhir, copy surat nikah, akte kelahiran, kartu keluarga, copy KTP, pasfoto latar putih, serta host di Korea, dll. Ke depan, sebaiknya ada petugas khusus visa, atau menggunakan jasa pihak ketiga. 

Diperlukan waktu sedikitnya 10-15 hari, jika syarat lengkap tersedia. Selanjutnya masalah Pandemi Covid 19, maka diperlukan tes antigen masa valid 24 jam sebelum masuk Korea Selatan. Harus ada Korean C Code, pada aplikasi Android, C Code sangat membantu entry di Bandara Incheon.

Peserta wajib Tes PCR pada terminal 1 kedatangan (biaya gratis). Hasil PCR baru diketahui 3 jam, dan setelah dinyatakan negative covid, baru bisa mengikuti acara dengan tetap menggunakan masker. 

Pembukaan acara dan keseluruhan rangkaian acara dilaksanakan di markas IFOAM Asia, yang sekaligus kantor Algoa Asia di Goesan. Acara dibuka Mayor Goesan Mr.Song In Hern, sederhana dan singkat.

Pidato oleh Panitia local, Presiden International IFOAM Karen Maposua, President IFOAM Asia Mathew John, Co President GAOD Mr.Salvatore Basile, dan Shin Song Gyu, selaku President of the Goesan Local Group.

Tidak ada pertunjukan kesenian daerah pada ceremony pembukaan. Jumlah peserta International 40 negara meliputi Afrika, Eropa, Asia, Australia, Amerika Latin, dan Kepulauan Pasifik (Fiji). 

Pembicara Indonesia dan ALGOA Summit

Acara dimulai sesuai jadwal buku panduan. Ada 3 acara sekaligus secara berantai yaitu 8th ALGOA Summit, 3rd GAOD Summit, 2nd Policy Conference. Di ruangan terpisah diadakan side event Master Class di ruang lain yang di ikuti oleh sebahagian besar Youth Forum anggota ALGOA. Progress report of ALGOA disampaikan oleh penulis selaku Ambassador ALGOA Indonesia pada acara pembukaan. 

Pembicara dari Indonesia yang mendapat applaus selama summit ada 2 orang yakni Sabastian Saragih berjudul: “Indonesian Government Policies In Support Of Organic Inputs”, dan Dr Wahyudi David yang menyampaikan paparan berjudul “Innovation In Organic Agriculture”.  

Pada saat acara summit telah dilakukan penandatanganan anggota baru (member of ALGOA) yakni beberapa kepala daerah dari Filipina. Pada akhir acara telah dibacakan Deklarasi Goesan 2022 oleh peserta Master Class Training secara estafet. 

Beberapa pelajaran yang didapat antara lain, disadari bahawa Gerakan Organic Agriculture mengalami kemajuan pesat di dunia, dan semakin menunjukkan kebijakan (policy) yang jelas dilakukan oleh pemerintahan lokal dengan menerbitkan regulasi berupa Undang-Undang sebagai pedoman atau payung hukum.

Lahirnya GAOD (Global Alliance for Organic District) dan GAOD summit ketiga menunjukkan kemajuan yang nyata di berbagai negara. 

Prinsip baru yang perlu diingat adalah “LOCAL PRODUCTION, LOCAL COMSUMPTION” Artinya daerah bahkan negara tidak memikirkan orientasi ke mana arah ekspor produk pertanian organik, karena utamanya bisa dipasarkan pada tingkat distrik, pada tingkat daerah sendiri. Pandangan selama ini bahwa usaha tani yang maju (termasuk produk Organik) adalah yang berorientasi ekspor, adalah keliru. Persepsi tersebut harus diubah.

Reporter : Istansu
Sumber : Soekirman, Ambasador ALGOA
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018