Wednesday, 17 August 2022


Industri Benih Ditantang

30 Jul 2022, 14:22 WIBEditor : Gesha

Benih tanaman | Sumber Foto:Istimewa

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta --- Separuh keberhasilan usaha pertanian itu sudah di tangan kalau benih atau bibit yang ditanam berkualitas baik. Begitu kata orang bijak. Bagaimana kalau benihnya berkualitas rendah? Produksi dan kualitasnya pasti rendah, usaha merugi dan bisa jadi usaha berhenti total. Benih merupakan komponen utama dalam pertanian. Terlalu riskan kalau bergantung kepada produk negara lain.

Benih juga sangat spesifik. Yang cocok di suatu daerah belum tentu cocok di daerah lain, dan yang cocok hari ini belum tentu cocok pada masa depan. Benih padi rawa, padi gogo, padi sawah, padi lahan berair asin saling berbeda. Benih sayuran hidroponik berbeda dengan yang ditanam di tanah, dan kurma di daerah tropis berbeda dengan di gurun pasir.

Perubahan lingkungan agroekologi terus terjadi. Perubahan temperatur, ketersediaan air, intensitas cahaya matahari, juga kondisi udara dan kondisi lahan. Terjadi percepatan perubahan kondisi lingkungan akibat global warming dan manajemen buruk dalam menangani sumberdaya alam. Yang akan terdampak paling serius adalah pertanian. Dibutuhkan tanaman yang mampu beradaptasi terhadap lingkungan baru.

Demikian juga kualitas lahan dan ketersediaan input yang semakin kritis, tenaga kerja yang semakin mahal dan lingkungan kerja pertanian yang semakin kurang nyaman. Maka budidaya pertanian secara perlahan berubah.

Sifat biologis tanaman harus menyesuaikan dengan perubahan agroekosistem dan yang semakin hemat input. Spesifikasi benih yang diperlukan juga berubah menyesuaikan, mengikuti perubahan lingkungan agroekosistem. Kita perlu benih yang mampu beradaptasi.

Bagaimana strategi industri benih menghadapi perubahan kondisi lingkungan seperti ini?

Pakem para leluhur tentang Bibit, Bobot dan Bebet dalam memilih jodoh berlaku juga dalam memillih benih dan bibit tanaman. Dalam pertanian hukumnya wajib. Keturunan, sifat, kualitas dan penampilan itu harus menjadi kriteria utama dalam memilih benih dan bibit.

Bibit adalah tentang asal-usul, latar belakang; bobot artinya kualitas dan performa, sedangkan bebet adalah penampilan yang merupakan gambaran lahiriah. Masalahnya, tampilan luar bibit susah dibedakan mana baik mana yang tidak baik, mana asli mana palsu. Petani bisa terjebak.

Riset akan semakin penting dalam industri benih untuk mengantisipasi kebutuhan benih masa depan. Selain untuk memenuhi kebutuhan bibit berkualitas tinggi saat ini, industri benih harus mengantisipasi perubahan iklim dan lingkungan, yang hemat input, yang harganya terjangkau, yang menghasilkan produk kaya nutrisi dan sesuai dengan yang diminta konsumen. Produk organik, dan produk rendah kalori, atau yang kaya akan nutrisi tertentu untuk mengatasi stunting adalah salah satu contoh.

Industri benih saat ini lebih banyak terkonsentrasi pada tanaman pangan dan sayuran. Penelitian tanaman tahunan dan industri seperti karet, kopi, kakao, tebu, tembakau, kelapa, kelapa sawit yang pernah berjaya pada masa lalu belum mendapat perhatian sektor swasta. Benih atau bibit tanaman tahunan kualitas rendah merugikan petani dalam waktu panjang. Semua itu memerlukan riset dan temuan baru.

 

Reporter : Memed Gunawan
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018