
Penggunaan pestisida
TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta --- Selain persoalan pengendalian hama, lahan pertanian yang kian menurun kesuburannya dengan PH yang rendah/asam, hingga SDM penyuluh pertanian yang makin sedikit.
Banyak PR pemerintah dalam upaya membangun pertanian. Misalnya, dalam pengendalian hama dan penyakit tanaman memang tidak lepas dari peran tenaga penyuluh dan POPT.
Namun fakta di lapangan, jumlah SDM-nya sangat kurang dibandingkan dengan lahan pertanian yang cukup luas. Kondisi ini menjadi pekerjaan rumah besar bagi Kementerian Pertanian agar SDM penyuluh dan POPT jumlahnya ditingkatkan seperti dulu dan bergairah bekerja bersama pelaku usaha.
Pendekatan nabati dan alami harus terus didukung, namun demikian agar tidak boleh menafikkan jenis yang kimiawi atau an-organik, baik pupuk maupun pestisida.

Sebab, jika ada wabah yang tak terduga, maka peran pengendali kimiawi yang hasilnya lebih cepat sangat penting.
Pestisida yang terdaftar di Indonesia juga relatif aman, baik dari sisi kesehatan manusia dan lingkungan
Jadi upaya pengembangan pestisida berbahan kimiawi jangan sampai dilupakan, meski dorongan pengembangan pestisida alami dan nabati juga penting.
Belajar dari industri farmasi, pengembangan herbal berjalan serasi dengan yang kimiawi,”