Senin, 17 Juni 2024


Jangan Biarkan Pekebun Sawit Bekerja Sendirian

23 Mei 2023, 03:17 WIBEditor : Gesha

Bimtek Hybrid yang diselenggarakan TABLOID SINAR TANI bersama BPDPKS

TABLOIDSINARTANI.COM, Lebak --- Pekebuh sawit di Kabupaten Lebak berhasil memanfaatkan kulit pelepah sawit (yang sebenarnya sampah kebun) menjadi krey yang indah dan bernilai ekonomi. Kerajinan ini telah berkembang menjadi usaha masyarakat pekebun. Tidak kurang dari 1500 lembar krey perbulan yang bernuansa alami itu dipasarkan di sekitar Banten, Jakarta dan Bogor. Keindahannya tidak kalah dari kerey dan lampit berbahan rotan atau bambu, tetapi kualitas bahannya yang lebih lembut membuat kerajinan ini tidak terlalu tahan lama.

Berkat kreatifitas seorang bernama Cinan, seorang pengrajin dan pendampingan Yuli seorang penyuluh di daerah tersebut kegiatan ini terus berkembang. Ratusan warga terlibat dalam pembuatan kerey, kemudian pemasarannya dikoordinasikan oleh Cinan dengan bimbingan kerja kelompok atas arahan penyuluh Yuli. Ini menarik untuk diangkat sebagai topik berita Tabloid Sinar Tani Edisi 3992.

Sebagaimana laiknya, yang kecil selalu dalam genggaman yang besar. Itulah kondisi pekebun sawit rakyat sebagai plasma atau pemasok ke perusahaan besar yang memiliki pabrik pengolahan skala besar. Pasang surutnya kondisi pasar selalu berdampak cepat pada yang kecil. Ketika harga terpelanting jatuh dan pengolahan mengurangi produksi, produk sawit pekebun kecillah yang pertama terkena dampak. Buah sawitnya busuk karena tak ada lagi pembeli. Maka gagasan mencari solusi, mengolah sendiri menjadi alternatif.

Pengalaman para pekebun dan penyuluh dalam meningkatkan kualitas dan memasarkan kerey yang begitu terbatas memberikan gambaran bahwa tanpa dukungan dan sistem pembinaan yang totalitas dari pemerintah atau perusahaan besar yang peduli, upaya para pendekar kecil itu tetap saja kedodoran. Permodalan mereka butuhkan tetapi itu nomor dua. Yang paling penting adalah membuka jalan bagi mereka agar bisa meningkatkan kualitas dan pemasaran. Misalnya teknologi meningkatkan kualitas bahan, disain, produk baru, pemasaran untuk menjangkau pasar lebih luas, bahkan kalau perlu ekspor.

Antusiasme penyuluh sangat mengagumkan. Kedekatan dengan petani terlihat walaupun mereka memperoleh fasilitas terbatas. Semoga gambaran ini mengingatkan kita semua bahwa penyuluhan tetap penting dan jangan diabaikan.

Sebagian wartawan kita yang meliput kegiatan IPDMIP (Integrated Participated Development Management Irrigation Project) mengenai rantai pasok padi di Jawa Tengah akan melaporkan kondisi proyek ini di lapangan. Rubrik tentang PPVTPP (Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian) membahas produk rekayaya genetik, yang juga banyak dibahas dalam berbagai pertemuan MPPI (Masyarakat Perbenihan dan Perbibitan Indonesia) yang baru saja selesai melaksanakan Rapat Kerja.

BPS (Badan Pusat Statistik) tahun ini akan melakukan Sensus Pertanian. Berita tentang sensus ini akan menghiasi Tabloid kita. Informasi tentang Sensus Pertanian tentu saja penting agar kita memperoleh data yang akurat dan terkini tentang pertanian Indonesia.

Semoga informasi yang disampaikan Tabloid kita terus memperkaya pengetahuan tentang pertanian di negara yang kita cintai ini. Kami dari redaksi mengucapkan Selamat Membaca.

 

Reporter : Memed Gunawan
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018