Tuesday, 12 May 2026


Tantangan Regenerasi Petani Di Era Swasembada Pangan

30 Jan 2026, 16:11 WIBEditor : Herman

Program YESS terbukti mencetak hampir 500 ribu petani milenial di berbagai daerah. Pemerintah memastikan program ini berlanjut menjadi YESS-SI mulai 2026 untuk memperluas regenerasi petani muda.

Tabloidsinartani.com, Klaten --- Petani merupakan pelaku uatama dalam kegiatan pertanian, tanpa petani sebaik apapun program pertanian yang diprogramkan pemerintah  tidak akan berjalan dengan baik. Begitu pula sektor distribusi  pangan akan berhenti yang berarti terjadi kekosongan dalam ketersediaan pangan.

Menurut data BPS pada Februari  2025 jumlah petani di Indonesia 40,67 Juta. Dari angka tersebut 6,18 juta orang atau sekitar 21,93 %  berusia dibawah 40 tahun, artinya lebih dari 79 persen berusia diatas 40 tahun. Petani dengan usia  45-58 mencapai 42,28 %, sedangkan  27,12 % usia petani diatas 60%. Melihat komposisi prosentase tersebut ini menunjukkan usia milineal yang menjadi petani sangat sedikit.

Ada beberapa sebab yang menyebabakan rendahnya usia milineal menjadi petani, diantara nya; keterbatasan lahan yang dimiliki orang tuanya, dan cara pandang petani yang identik dengan lumpur dan berpanas panas dan ekosistem usaha tani yang dianggap belum menguntungkan. Kondisi tersebut bila diabiarkan bisa menganggu regenerasi petani yang ujungnya akan berpengaruh negatip terhadap produktivitas pangan. Maka perlu adanya usaha Bersama untuk mengurai masalah regenerasi petani.

Penyuluh pertanian sebagai garda depan pelayanan pertanian seyogyanya bisa mengambil peran dalam mengurai msalah rendahnya minat generasi milineal untuk bekerja disektor pertanian khususnya on farm.

Disisi lain, Secara garis besar ada dua pendekatan, yaitu pendekatan makro dan pendekatan mikro. Pendekatan makro yaitu pendekatan dengan perbaiakan ekosistem usaha pertanian.Stabilitas harga dan iklim bisnis yang baik akan sangat menark bagi usia milineal untuk menjadi petani.

Sebagai contoh harga yang stabil dan menarik harga panen padi / GKP mempunyai efek yang baik bagi peningkatan minat kaum muda untuk berusaha tani. Berdasarkan pengamat dilapang sebagai Penyuluh banyak usia milineal yang tertarik dan mau terjun ke sawah terlibat dalam mata rantai budidaya dan distribusi hasil pertanian

Selain pendekatan makro, pendekatan mikro juga sangat diperlukan agar usia mileneal tertarik menjadi petani, disinilah peran Penyuluh sangat penting,bagaimana penyuluh bisa melakukan pendekatan yang baik sesuai karakter dengan Gen Z dan kaum milineal, penyuluh bisa memposisikan sebagai teman dan sahabat bagi gen Z, sehingga regenerasi petani bisa berjalan dengan baik yang akan berpengaruh positip bagi peningktan produktivitas pertanian Indonesia

 

 

Reporter : Andik Susanto - PPL BPP Karangdowo Klate
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018