
Kopi Gayo
TABLOIDSINARTANI.COM, Aceh--- Branding kopi Gayo Aceh sebagai salah satu kopi spesialty dengan rasa dan aroma khas sudah tak diragukan lagi di manca negara. Pasar Amerika Serikat (AS) dan sebagian Eropa sangat meminati kopi asli tanah rencong ini. Bahkan, di tengah pandemi corona (covid-19), kopi khas Serambi Mekah ini mampu tembus pasar AS dan Eropa.
Ketua Koperasi Pedagang Kopi (Kopepi) Ketiara, Rahmah mengatakan, pada Juni-Juli 2020, pihaknya mengekspor kopi arabika dari Dataran Tinggi Gayo (DTG) ke Amerika dan Eropa. Jumlahnya sekitar 20 container (volume 18-19,2 ton per container). " Kami perkiraan nilai ekspor sekitar Rp1,5 miliar - Rp 1, 6 miliar per container," ujar Rahmah, di Aceh, Kamis (20/8).
Menurut Rahmah, pada awal masa pandemi covid-19, pasar Amerika sangat dibatasi, karena meningkatnya jumlah kasus positif covid-19. Dampak dari lock down, mengakibatkan pengiriman kopi Gayo tertunda.
" Namun saat ini, ekspor kopi Gayo ke nagara Paman Sam sudah mulai terbuka kembali," ujarnya.
Koperasi Pedagang Kopi (Kopepi) Ketiara yang bertempat di Takengon, Kabupaten Aceh Tengah, saat ini mulai dapat masuk ke pasar ekspor Amerika dan sebagian Eropa. Namun, di beberapa negara di kawasan Eropa masih belum membuka kran impor kopi Gayo Aceh seperti Inggris dan Prancis.
" Kedepan kami terus berkomunikasi dengan buyer-buyer di Eropa untuk memudahkan mengirimkan kopi Gayo tersebut," paparnya.
Direktur Jenderal Perkebunan, Kasdi Subagyono, mengapresiasi akselerasi ekspor kopi Gayo yang dilakukan Kopepi Ketiara Aceh. Sebab, pasar Amerika dan Eropa merupakan pasar penting untuk ekspor komoditas perkebunan Indonesia, terutama kopi.
" Hal yang menarik justru terjadi di pasar Amerika dan Eropa. Ditengah pandemi covid-19 ini, berbagai café hampir semua tutup. Tetapi, masih banyak permintaan kopi untuk tujuan Amerika dan Eropa," jelas Kasdi.
Menurut Kasdi, di saat pandemi ini telah merubah pola konsumsi sebagian besar masyarakat Amerika dan Eropa, dari konsumsi skala café menjadi konsumsi rumahan. Nah, peluang ini harus ditangkap.
" Tentunya dengan didukung oleh kelancaran sarana distribusi, terutama memanfaatkan platform online/ ecommerce," ujarnya.
Kasdi Subagyono menambahkan, sebagaimana data BPS diolah Ditjen Perkebunan, ekspor kopi ke Uni Eropa periode Januari- April 2020 sebesar 26,9 ribu ton atau senilai USD 58,9 juta. Dari volume ekspor tersebut, 93 persen ekspor kopi Indonesia ke Italia, Spanyol, Belgia dan Jerman.
" Sedangkan ekspor ke Amerika pada periode yang sama sebesar 20,7 ribu ton atau senilai USD 83,8 juta," ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Kasdi juga mengungkapkan, Ditjen Perkebunan terus mendorong akselerasi peningkatan ekspor komoditas perkebunan seperti yang ditargetkan Menteri Pertanian , yakni peningkatan ekspor 3 kali lipat (Gratieks) hingga tahun 2024. Peningkatan ekspor komoditas perkebunan ini akan ditempuh melalui berbagai kebijakan. Diantaranya, peningkatan produksi, nilai tambah dan daya saing.