Wednesday, 21 October 2026


Lima Strategi Dongkrak Produksi Gula

04 Aug 2022, 11:41 WIBEditor : Yulianto

Mentan SYL saat tanam tebu di Subang

Direkkur Jenderal Perkebunan, Andi Nur Alam Syah mengatakan, untuk mengejar kebutuhan gula konsumsi nasional, pihaknya sudah menyiapkan lima strategi, yaitu identifikasi kesesuaian lahan baru untuk tebu, pemanfaatan lahan HGU yang terlantar, revitalisasi pabrik gula, investasi pabrik gula baru, dan perbaikan pola kemitraan antara pabrik gula dengan petani tebu.

Ekstensifikasi kata Andi Nur Alam, melalui penanaman lahan baru seluas 600 ribu ha. Misalnya, dengan pemanfaatan lahan Perhutani ataupun lahan HGU yang terbengkalai. Dari luasan tersebut diharapkan dapat menghasilkan produktivitas 85 ton/ha. Sementara, program intensifikasi melalui bongkar ratoon seluas 75 ribu ha dan rawat ratoon sekitar 125 ribu ha. Dari program itu diharapkan akan memberikan tambahan produksi, serta menaikkan produktivitas.

“Saya berharap kegiatan olah tanah dapat memberikan kontribusi positif dan menjadi salah satu strategi yang tepat, guna memenuhi kebutuhan dan ketersediaan gula nasional,” katanya. Dengan demikian, program ekstensifikasi dan intensifikasi kebutuhan gula industri nasional sebesar 4,1 juta ton dan kekurangan 850 ribu ton gula konsumsi dapat terpenuhi.

Strategi Kementerian Pertanian untuk meningkatan produksi gula tebu juga terus dilakukan. Diantaranya melalui identifikasi kesesuaian lahan baru untuk tebu, pemanfaatan lahan HGU yang terlantar, revitalisasi pabrik gula, investasi pabrik gula baru, dan perbaikan pola kemitraan antara pabrik gula dengan petani tebu.

“Kementan juga mempunyai alternatif strategi dalam mewujudkan swasembada gula yaitu melalui pembangunan gula non tebu dari pengembangan stevia maupun gula aren, gula lontar, dan gula kelapa,” tuturnya.

Sementara itu dalam kegiatan di Subang, dilakukan pembangunan Kebun Benih Datar (KBD) Tebu bersama Kelompok Tani Sumber Manis dan Kelompok Tani Rasa Manis seluas 70 ha untuk penyediaan benih unggul varietas PSJT 941 dan PS 864. Nantinya dari penanaman itu dihasilkan benih tebu sebanyak 25.2 juta mata bersertifikasi yang akan digunakan untuk perluasan tebu seluas 420 ha.

Mentan SYL juga melakukan penyerahan bantuan secara simbolis kepada Kelompok Tani Sumber Manis dan Kelompok Tani Rasa Manis untuk kegiatan rawat ratoon seluas 200 ha. Bantuan berupa pupuk NPK sebanyak 80.000 kg, pembenah tanah 2.600 liter, dan herbisida 800 liter.

Reporter : Yul/Humas Ditjen Perkebunan
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018