Wednesday, 21 October 2026


Manisnya Keuntungan buat Petani

12 Feb 2019, 11:18 WIBEditor : Yulianto

Petani di tengah lahan sawit yang diremajakan

Bagaimana cara memperoleh nira sawit? Ternyata prosesnya sangat mudah, batang kelapa sawit tua yang sudah tidak produktif ditebang dan potong pada bagian pucuknya, setelah beberapa hari dari bekas potongan tersebut akan mengeluarkan air nira yang bisa bertahan sampai sekitar satu bulan.

 

Air nira itu kemudian ditampung menggunakan wadah dan untuk selanjutnya dimasak seperti proses memasak gula merah lainnya untuk menghasilkan gula sawit. Selama satu bulan, setiap batang kelapa sawit rata-rata mampu menghasilkan 300 liter nira yang dapat diolah menjadi sekitar 60 kg gula sawit dalam bentuk cetakan.

 

Jika dalam satu hektar lahan ada sekitar 200 batang kelapa sawit, maka akan dihasilkan 12 ribu kg gula sawit. Dengan harga pasar rata-rata saat ini Rp 15 ribu/kg, petani sawit yang akan meremajakan tanamannya akan mampu meraup sekitar Rp 180 juta. Sebuah nominal luar biasa yang mampu dihasilkan dari batang kelapa sawait yang sudah tidak produktif itu. Bahkan hasil itu bisa menyamai atau bahkan lebih tinggi dari hasil yang didapat oleh petani dari penjualan tandan sawit segarnya.

 

Hitung-hitungan Kepala Bidang Perkebunan Distanbun Aceh, Azanuddin, dengan hasil sampingan dari batang-batang tua kelapa sawit ini, setidaknya petani sawit tidak akan mengalami kesulitan ekonomi selama menunggu tanaman sawit barunya berbuah.

 

Bagi petani yang memiliki lahan seluas 2 ha akan punya cadangan devisa keluarga tidak kurang dari Rp 360 juta-an. Perkiraan pengeluaran Rp 60 juta/tahun, hasil pengolahan gula sawit ini akan mampu menopang hidup petani yang bersangkutan selama 6 tahun.

 

Sementara pada umur 5-6 tahun, tanaman baru hasil replanting sudah akan menghasilkan buah sawit. Jadi dengan optimalisasi pemanfaatan batang sawit tua sebagai sumber pendapatan, proses replanting tidak akan membuat hidup petani sawit sengsara.

 

Pengalaman petani sawit di kabupaten Aceh Utara telah membuktikan. Dari 1 ha tanaman sawit, petani bisa meraup Rp 200 juta melalui pengolahan gula sawit. Artinnya dari kajian ekonomi, replanting sawit yang akan dilaksanakan Distanbun Aceh ini tidak akan berdampak menurunnya tingkat perekonomian petani.

 

Menurut Azanuddin, dengan sentuhan teknologi sederhana melalui pemanfaatan batang sawit sebagai penghasil gula merah, upaya mempertahankan dan meningkatkan produksi sawit Aceh bisa terus berjalan tanpa mengesampingkan kesejahteraan petani.

Reporter : Fathan MT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018