Thursday, 22 October 2026


Dirut PT. RNI (Holding): BUMN Pangan Tangani Hulu-Hilir

27 Nov 2020, 09:55 WIBEditor : Yulianto

Dirut PT. RNI (Holding), Arief Prasetyo Adi saat berkunjung ke PT. SHS

TABLOIDSINARTANI.COM, Subang---Pemerintah akhirnya mengetok palu pendirian Holding BUMN Pangan. Setidaknya ada delapan perusahaan plat merah pangan yang bakal menjadi satu. Holding ini akan menangani dari hulu hingga hilir.

Dari delapan BUMN yang bakal dilebur, PT. Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) akan menjadi perusahaan inti. Sedangkan BUMN lain yang mempunyai bisnis sama kemungkinan akan dimerger. Arief Prasetyo Adi mendapat amanah menjadi Direktur Utama PT RNI (Holding).

Mantan Direktur Utama PT. Food Station Tjipinang (BUMD DKI Jakarta) ini mengatakan, Menteri BUMN Erick Thohir sudah berencana melakukan kolaborasi BUMN yang mengurusi pangan. Bahkan sudah ada matrik untuk delapan BUMN pangan yang akan berada di bawah PT. RNI.

“Semua BUMN itu akan segera dikonsolidasikan. Untuk yang belum Persero akan segera diubah menjadi Persero. Nantinya akan dimerger, kemudian dibuat Holding pangan. RNI menjadi ketua Holding pangan,” katanya saat berkunjung ke PT. Sang Hyang Seri (SHS) di Sukamandi, Subang, beberapa waktu lalu.

Menurut Arief, setelah konsolidasi, BUMN Pangan nantinya akan menangani dari hulu sampai hilir. Hal ini menjadi salah satu upaya pemerintah menjaga petani/peternak agar bisa menikmati hasil lebih baik. Selain itu dalam uapaya pemerintah mejaga stok pangan untuk ketahanan pangan nasional.

“Alhamdulillah upaya kita ini mendapat dukungan pelaku usaha. Untuk produksi beras, kita mendapat dukungan dari Perpadi (Perhimpunan Pengusaha Penggilingan Padi Indonesia,red) dan akademis. Sinergi ABG yakni akademisi, bisnis dan government itu harus kita kerjakan,” tuturnya.

Ungkit Kinerja PT SHS

Salah satu BUMN pangan yang akan menjadi bagian dari Holding pangan adalah PT. SHS. BUMN tersebut selama ini bergerak dalam produksi benih pertanian, khususnya padi. Potensi aset PT SHS cukup besar, bukan hanya lahan sawah yang cukup luas, tapi juga pabrik benihnya. Sayangnya selama ini tidak terkelola dengan baik.

Karena itu Arief berharap, potensi aset PT SHS bisa dioptimalkan. Salah satu yang sudah dilakukan adalah membuat demplot padi varietas IF 8 dan IF 16 bekerjasama dengan akademisi. “Hasilnya ternyata cukup baik, produktivitasnya bisa mencapai 8 ton/ha gabah kering panen atau diatas rata-rata nasional yang hanya 6 ton/ha. Ternyata dengan intensifikasi kita bisa meningkatkan produksi pangan,” katanya.

Ke depan menurut Arief, PT SHS bukan hanya membuat benih padi, tapi juga memproduksi beras. Sementara dalam pemasarannya, nantinya ada BUMN lain yang menjadi bagian Holding yang akan melakukannya. “Jadi kita buat matrik. BUMN mana yang dibagian hulu, BUMN yang tugasnya mengurusi stok (gudang) dan yang bagian distribusi,” ungkapnya.

Proses merger BUMN menjadi salah satu tahapan yang perlu ditempuh sebelum Holding BUMN pangan rampung. Arief mengaku diberi target Menteri BUMN Erick Thohir untuk merampungkan semua prosesnya pada Desember 2020 atau selambat-lambatnya di Januari 2021. “Sekarang kita mulai dari BUMN pangan, nanti kita lanjutkan ke BUMN peternakan dan perikanan,” ujarnya.

Reporter : Julian
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018