
Panen padi di Serdang Bedagai, harga gabah turun
TABLOIDSINARTANI.COM, Serdang Bedagai---Harga gabah kering panen (GKP) saat ini mengalami penurunan di tingkat petani menyusul berlangsungnya panen. Seperti terjadi di Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara.
Tinambunan, petani Desa Celawan, Kecamatan Perbaungan, Selasa (6/7) mengatakan, harga GKP yang panen secara manual dengan power threser GKP Rp 4.100/kg, sedangkan yang panen dengan combine harvester harga GKP Rp 4.600/kg.
Kondisi harga yang terjadi saat ini menurun dibandingkan panen sebelumnya. Harga GKP yang panen menggunakan combine harvester saat itu bisa mencapai Rp 5.000/kg. “Turunnya harga ini karena permainan para kiang padi dan agen-agennya. Terkadang mereka menolak untuk membeli gabah dengan berbagai alasannya,” katanya.
Beberapa alasannya adalah stok barang masih banyak, sehingga mereka tidak bisa membeli. Kondisi itu, membuat petani rasa terpaksa menerima harga murah. “Bahkan pembayaran bisa mencapai 14 hari atau satu bulan masa tunggu,” kata petani lainnya, Agus Yamto yang tinggal di Desa Silau Rakyat, Kecamatan Sei Rampah.
Kepala Dinas Pertanian Serdang bedagai, Dedy Iskandar mengatakan, luas baku lahan pertanian Kabupaten Serdang Bedagai saat ini mencapai 31.248 ha. Sedangkan luas luas tambah tanam tahun 2020 sekitar 56.739 ha. Hasil panen dengan rata rata 6,07 ton/ha.
“Situasi harga saat ini memang berfluktuasi sampai kilang tidak menerima gabah karena harga Di daerah lain seperti Tapsel dan Simalungun dan lain-lain masih rendah di bawah Serdang Bedagai,” kata Dedy didampingi Kabid TPH Chairul SP MP.
Saat ini kata Dedy, team pemantau harga Dinas Pertanian lagi berjalan ke lapangan dan kiang padi, sehingga akan menjadi bahan untuk kordinasi lintas terkait.
Harapan petani kiranya pemerintah dapat menstabilkan harga gabah terlebih saat puncak panen pada akhir Juli dan Agustus 2021. Hal ini penting karena dapat mempengaruhi musim tanam (MT II ) yang akan datang.