Panen padi dengan combine harvester
TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta -- Menko Pangan Zulhas berencana menaikkan harga gabah saat panen raya Februari 2025. Langkah ini diambil untuk mendukung kesejahteraan petani dan menjaga stabilitas sektor pangan di Indonesia.
Pemerintah Pusat memastikan panen raya akan dimajukan ke Februari 2025, berkat efektivitas program pompanisasi yang dilakukan beberapa bulan terakhir.
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) menyatakan, program tersebut memungkinkan panen raya yang biasanya terjadi pada Maret atau April, kini bisa berlangsung lebih awal.
“Panen nanti akan maju, biasanya panen raya itu Maret-April, ini panen raya akan bergeser. Karena kita ada pompanisasi dan lain-lain,” ujar Zulhas di Gedung Pakuan, Kota Bandung.
Dengan percepatan masa panen ini, Zulhas menekankan pentingnya penyerapan gabah oleh perusahaan BUMN, seperti Bulog.
Dia menegaskan, hal ini perlu menjadi perhatian serius bagi pemerintah daerah, agar petani tidak kesulitan menjual hasil panen mereka.
“Bulog kita rapat tadi, dimonitor betul oleh kepala daerah, bupati atau Dinas Pertanian. Jangan sampai nanti Februari, dan Maret panen raya, petani gabahnya tidak terserap,” tambahnya.
Selain itu, Zulhas juga telah melakukan perundingan terkait harga gabah kering panen (GKP) dan gabah kering giling (GKG). Hasilnya, harga tersebut diperkirakan berkisar antara Rp6.500 hingga Rp7.500 per kilogram.
Namun, Zulhas menegaskan bahwa keputusan final akan diserahkan kepada Presiden untuk ditetapkan lebih lanjut.
"Harga kami sudah runding antara Rp6.500 sampai Rp7.500. Nanti akan kami laporkan kepada Bapak Presiden untuk kita putuskan harga gabah. Jadi akan naik harga gabah nanti kita lihat bareng-bareng," ujar Zulhas.