Friday, 16 October 2026


Cegah Rabies, Mahasiswa Polbangtan Gowa Turun ke Desa Bawa Vaksin

15 Oct 2026, 15:05 WIBEditor : Gesha

Mahasiswa Polbangtan Gowa bersama Dinas Peternakan Bone menggelar vaksinasi rabies gratis dan edukasi kesehatan hewan untuk melindungi warga desa.

TABLOIDSINARTANI.COM, Gowa – Mahasiswa Polbangtan Gowa bersama Dinas Peternakan Bone menggelar vaksinasi rabies gratis dan edukasi kesehatan hewan untuk melindungi warga desa.

Upaya mencegah rabies tak cukup hanya mengandalkan petugas kesehatan hewan. Kesadaran pemilik peliharaan untuk melakukan vaksinasi juga menjadi kunci. 

Menjawab kebutuhan tersebut, mahasiswa Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Gowa turun langsung ke desa membawa layanan vaksinasi rabies gratis bagi hewan peliharaan warga di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan.

Kegiatan yang digelar Himpunan Mahasiswa Peternakan Polbangtan Gowa bersama Dinas Peternakan Kabupaten Bone itu berlangsung di Desa Callaccu, Kecamatan Awangpone, Minggu (11/10/2026). 

Selain vaksinasi gratis, warga juga mendapat edukasi mengenai kesehatan hewan dan pentingnya pemeliharaan hewan secara bertanggung jawab.

Aksi ini menjadi bagian dari peringatan Hari Rabies Sedunia sekaligus langkah meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap penyakit yang dapat menular dari hewan ke manusia tersebut.

Sasaran kegiatan adalah hewan penular rabies (HPR), khususnya anjing peliharaan milik warga. Hewan yang dibawa masyarakat mendapatkan layanan vaksinasi dan pemeriksaan kesehatan dasar.

Kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat tidak hanya memberikan akses pelayanan kesehatan hewan, tetapi juga memperkuat edukasi mengenai pentingnya vaksinasi rutin dan pencegahan penularan rabies. 

Antusiasme warga terlihat dari kehadiran pemilik hewan yang membawa peliharaan mereka untuk mendapatkan layanan tersebut.

Ketua Himpunan Mahasiswa Peternakan Polbangtan Gowa, Aidil Fitrianzah, mengatakan kegiatan ini merupakan bentuk pengabdian mahasiswa sekaligus penerapan ilmu yang diperoleh selama menempuh pendidikan.

“Sebagai mahasiswa peternakan, kami merasa memiliki tanggung jawab moral untuk mengaplikasikan ilmu yang didapat di kampus dan turun langsung membantu masyarakat. Kolaborasi bersama Dinas Peternakan Bone ini menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kewaspadaan dan memperkuat upaya pencegahan rabies di Kabupaten Bone,” ujarnya.

Menurut Aidil, praktik langsung di lapangan memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk mengembangkan keterampilan teknis sekaligus memahami persoalan kesehatan hewan yang dihadapi masyarakat.

Pengalaman tersebut juga membentuk kepedulian sosial dan memperkuat pemahaman mahasiswa mengenai peran tenaga peternakan dalam menjaga kesehatan hewan serta melindungi manusia dari ancaman penyakit zoonosis.

Kegiatan ini turut dihadiri Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dinas Peternakan Kabupaten Bone, A. Abd. Gafur, petugas peternakan Kecamatan Awangpone, Nur Fadilah Herman dan Sukman, pendamping mahasiswa Abrahan, serta Aidil Fitrianzah.

Kolaborasi antara Polbangtan Gowa dan pemerintah daerah diharapkan dapat memperluas jangkauan pelayanan kesehatan hewan sekaligus mendorong keterlibatan masyarakat dalam pencegahan penyakit menular.

Rabies menjadi perhatian serius karena dapat berakibat fatal setelah gejala klinis muncul. Karena itu, vaksinasi hewan penular rabies, pengawasan kesehatan hewan, dan edukasi kepada pemilik peliharaan perlu dilakukan secara berkelanjutan.

Masyarakat yang mengalami gigitan atau cakaran hewan yang dicurigai berisiko rabies juga perlu segera melakukan pertolongan pertama.

Luka harus dicuci menggunakan sabun dan air mengalir selama 15 menit, kemudian korban segera mendatangi fasilitas kesehatan untuk mendapatkan penilaian risiko dan penanganan lebih lanjut. Jangan menunggu munculnya gejala untuk mencari pertolongan medis.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menekankan pentingnya penguatan sumber daya manusia pertanian untuk mendorong pembangunan pertanian yang maju dan berkelanjutan. 

Pengembangan kompetensi generasi muda di bidang peternakan dan kesehatan hewan menjadi bagian penting dalam menyiapkan tenaga terampil yang mampu menjawab tantangan di lapangan.

Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, mendorong pendidikan vokasi pertanian yang menitikberatkan pada keterampilan praktis dan pengalaman langsung sesuai kebutuhan sektor pertanian.

Direktur Polbangtan Gowa, Ismaya Nita Rianti Parawansa, juga menekankan pentingnya keterlibatan mahasiswa dalam mengaplikasikan ilmu selama pendidikan. 

Sementara itu, Kepala Pusat Pendidikan Pertanian (Pusdiktan), Muhammad Amin, mendorong pembelajaran vokasi yang menghubungkan kegiatan di kampus dengan kebutuhan nyata masyarakat.

Melalui vaksinasi rabies gratis di Desa Callaccu, mahasiswa Polbangtan Gowa menunjukkan bahwa pendidikan vokasi tidak berhenti di ruang kelas. 

Kolaborasi dengan pemerintah daerah menjadi sarana pembelajaran sekaligus kontribusi nyata untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai kesehatan hewan.

Ke depan, keterlibatan mahasiswa, petugas kesehatan hewan, pemerintah daerah, dan pemilik peliharaan diharapkan semakin kuat.

Langkah bersama tersebut penting untuk memperluas cakupan vaksinasi, menekan risiko penularan rabies, serta melindungi kesehatan hewan dan manusia.

Reporter : Muzakir
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018