Wednesday, 04 November 2026


Marak Benih Impor Ilegal, IPBH Kampanyekan Mandiri Benih Melon

04 Nov 2026, 15:06 WIBEditor : Yulianto

Gelar Varietas Melon yang dipusatkan di CV. Multi Global Agrindo (MGA) Karanganyar, (4/11).

TABLOIDSINARTANI.COM, Karanganyar---Maraknya peredaran benih melon impor yang tidak memenuhi persyaratan regulasi telah banyak merugikan petani. Terdorong persoalan tersebut, Ikatan Produsen Benih Hortikultura (IPBH) bertekad mewujudkan kedaulatan dan kemandirian perbenihan melon.

Melon menjadi tanaman buah semusim yang banyak dibudidayakan petani di Indonesia. Buah ini banyak digemari masyarakat, karena rasanya manis dan mengandung banyak air, sehingga menyegarkan. Buah melon juga memiliki kandungan nilai gizi yang bermanfaat bagi tubuh yaitu vitamin A dan C.

Permintaan yang tinggi membuat banyak petani yang kini menekuni usaha tani melon. Bukan hanya budidaya di luar (open field), tapi juga green house. Kondisi tersebut berdampak terhadap kebutuhan benih melon yang semakin meningkat. Dengan anggota lebih dari 80 produsen benih hortikultura, IPBH melihat peluang tersebut untuk terus melakukan riset untuk menghasilkan varietas unggul melon.

Ketua Umum IPBH, Moh. Aris  mengajak produsen benih melon nasional menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Apalagi beberapa hasil pemuliaan tanaman melon dalam negeri terbukti tidak kalah dengan hasil pemuliaan dari luar negeri.

“Dengan keunggulan melon produksi dalam negeri yang lebih adaptif, kemandirian perbenihan melon nasional sudah di depan mata,” kata Aris saat membuka Gelar Varietas Melon yang dipusatkan di CV. Multi Global Agrindo (MGA) Karanganyar, (4/11).

Di sisi lain, Aris juga berharap pemerintah serius memberantas impor benih melon ilegal yang melanggar regulasi perbenihan dan tentunya merugikan negara. Secara khusus dengan hadirnya mitra IPBH dari para peneliti di perguruan tinggi, akan terjadi kolaborasi dan hilirisasi riset dari dunia akademis ke dunia industri yang selama ini terkesan jalan sendiri-sendiri.

Gelar Varietas Melon dihadiri Perwakilan Direktorat Perbenihan Hortikultura  Ditjen Hortikultura Kementan, Kapus PPVTPP (Pusat Pelindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian) Kementan, Bupati dan Wabup Karanganyar, Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Jawa Tengah. Kepala BPSB Provinsi Jawa Tengah serta Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Karanganyar.

Sedangkan dari dunia akademis hadir perwakilan perguruan tinggi yang memiliki Kerjasama dengan IPBH yaitu Fakultas Pertanian Universitas Gajah Mada, Polbangtan Yoma, Politeknik Negeri Jember, FPP Universitas Muhammadiyah Malang dan wakil dari Sekolah Vokasi SMKN 2 Batu Jawa Timur.

Sementara dari kalangan pengusaha benih hadir sekitar 50 lebih produsen benih hortikultura anggota IPBH .  Dalam hal ini IPBH bermaksud membuktikan bahwa breeder melon nasional mampu merakit berbagai jenis melon unggul dan mampu menghasilkan benih melon bermutu  yang siap ditanam oleh petani Indonesia.

Kegiatan dibagi menjadi dua sesi. Sesi pertama bursa perbenihan melon yang mempertemukan produsen benih klaster hulu perakit varietas unggul dan produsen benih cluster hilir yang memiliki jaringan pemasaran benih melon yang luas di seluruh Indonesia.

Sesi kedua bursa buah melon, yang dihadiri para stake holder pelaku usaha budidaya melon dan para supplier buah melon terutama di wilayah provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Sementara itu Bupati Karanganyar, Rober Christanto berharap apa yang sudah diinisiasi Ikatan produsen Benih Hortikultura bisa memotivasi para petani melon, terutama di Kabupaten Karanganyar. Khususnya untuk meningkatkan metode budidaya buah melon yang efektif dan efisien demi kemajuan pertanian hortikultura.

”Kegiatan ini juga menjasi sarana agrowisata petik buah melon. Kegiatan ini bisa menjadi ide yang cemerlang untuk meningkatkan kegiatan pariwisata di Karanganyar yang berbasis pertanian,” katanya.

Bagi generasi muda dengan melihat prototype budidaya melon dari CV. MGA yang dikelola dengan profesional di dalam green house diharapkan menjadi daya tarik tersendiri untuk mereka lebih serius terjun di bidang pertanian modern.

Reporter : Julian
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018