Friday, 30 October 2026


Swasta Beralih Produksi Beras Khusus, SPP Bulog Kendal Fokus Produksi Beras Premium

30 Oct 2026, 17:07 WIBEditor : Yulianto

Produksi beras Premium di SPP Bulog Kendal

TABLOIDSINARTANI.COM, Kendal---Beras Premium beberapa waktu lalu sempat menghilang dari pasar modern, karena industri beras swasta banyak mengalihkan produksi ke beras fortifikasi. Untuk mengisi pasar beras premium yang ditinggalkan swasta, Sentra Produksi Padi (SPP) Bulog Kendal tahun ini fokus memproduksi beras premium.

Manajer operasional Sentra Penggilingan Padi (SPP) Bulog Kendal, M. Azis Latif mengatakan, pada tahun ini pihaknya mendapat mandatori untuk memproduksi beras Premium, karena banyak penggilingan beralih ke beras khusus, terutama beras fortifikasi. Sedangkan pada tahun lalu, SPP Kendal lebih banyak tugas PSO (publik service obligation) dengan memproduksi beras SPHP.

“Karena ketersediaan beras premium di pasar ritel modern berkurang, kita mendapat mandatori lebih banyak produksi beras Premium,” kata Azis saat kunjungan wartawan ke SPP Kendal, Jumat (30/10).

Jadi lanjut Azis, pihaknya menjaga ketersediaan pasokan beras premium ke pasar modern. Misalnya, beras Punokawan dan Bee Food Sentra Ramos dengan harga Rp 74.500/5 kg.

Dalam pemasaran beras Premium tersebut, Azis mengungkapkan, pihaknya bekerjasama dengan beberapa perusahaan ritel. Diantaranya, Alfamart, Indomaret, Indogrosir dan Superindo.

Hingga kini penjual beras Premium telah mencapai 4.847 ton dengan nilai Rp 71,36 miliar. Sedangkan penjualan beras medium sebanyak 337 ton dengan nilai Rp 4,45 miliar.

Untuk memproduksi beras Premium ini, Azis mengakui, pihaknya melakukan kegiatan komersial. Salah satunya membeli beras dari penggilingan padi kecil. Namun demikian SPP Kendal tetap fokus pada kualitas bahan baku.

“Jadi kita olah beras medium menjadi beras premium atau istilahnya rice to rice,” ujarnya.

Namun demikian pada musim panen kedua atau gadu menurut Azis, tantangannya adalah harga bahan baku yang relatif lebih tinggi. Sehingga pihaknya harus membeli bahan baku (beras) sesuai harga pasar.

Dengan harga bahan baku yang tinggi dan ada batasan Harga Eceran Tertinggi (HET), pihaknya harus menghitung dengan cermat. Namun  secara perhitungan tetap masuk sesuai HET.

“Kita kerjasama dengan penggilingan kecil untuk menyerap bahan baku beras Premium,” ujarnya.

Setidaknya ada sekitar 8-10 penggilingan padi di Kendal dan Demak yang menjadi Mitra SPP Kendal.

Untuk serapan musim panen pertama dan kedua, Azis mengatakan, SPP Kendal sudah mendistribusikan ke pasar modern. Produksi beras Premium sekitar 30 ton per hari  atau  600 ton sebulan.  “Produksi langsung di distribusikan,” katanya.

Secara keseluruhan pada tahun ini SPP Kendal telah menyerap gabah pertanian sebanyak  5.119 ton gabah kering panen (GKP) atau setara 2.000 ton beras.  SPP Kendal mempunyai 3 silo penyimpanan gabah dengan kapasitas masing-masing 2.000 ton.

Reporter : Julian
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018