Tuesday, 27 October 2026


Ternakkan Ribuan Ayam, Alumni Polbangtan Medan ini Siap Bangun Pusat Edukasi Pertanian

27 Oct 2026, 13:51 WIBEditor : Herman Pratikno

Adryan Dwi Ikwana alumni Polbangtan medan sukses beternak ayam

TABLOIDSINARTANI.COM, Padangsidimpuan --- Tekad bulat yang diiringi doa orang tua menjadi bahan bakar utama bagi Adryan Dwi Ikwana. Lulusan Polbangtan Medan tahun 2023 dari program studi Agribisnis ini mantap melangkahkan kaki menjadi seorang wirausahawan muda (agripreneur) di bidang pertanian dan peternakan, tanpa menutup kemungkinan untuk juga berbakti sebagai pegawaian negeri kelak.

Saat dikunjungi Tabloid Sinar Tani di lokasi peternakannya di Desa Najaji, Kecamatan Batunadua, Kota Padangsidimpuan, Jumat (23/10), Adryan yang didampingi sang ayah, Purnadi, S.E., membagikan kisah perjalanannya mengelola ribuan ekor ayam petelur.

Saat ini, Adryan mengelola sekitar 3.500 ekor ayam petelur dengan dibantu satu orang tenaga kerja kandang. Dari total populasi tersebut, tingkat produktivitas harian mencapai 86 persen atau menghasilkan sekitar 3.010 butir telur per hari.

Menariknya, seluruh hasil panen telur diantar langsung ke para pelanggan setiap hari. Menurut Adryan, permintaan pasar di wilayahnya bahkan masih belum terpenuhi sepenuhnya.

"Pemasaran telur kami antarkan langsung ke langganan setiap hari. Dari 3.500 ekor yang berproduksi 86 persen, kami bisa panen sekitar 3.010 butir sehari. Bahkan, pelanggan sebenarnya masih sering kekurangan stok telur," ujar Adryan.

Meski demikian, jalan yang dilalui tak selalu mulus. Adryan menuturkan tantangan utama yang dihadapi peternak saat ini adalah melambungnya harga pakan yang tidak seimbang dengan fluktuasi harga jual telur yang cenderung rendah dan kurang menguntungkan.

Tidak berhenti di bisnis ayam petelur, Adryan bersama keluarganya memiliki visi jauh ke depan. Di atas lahan seluas kurang lebih 10.000 meter persegi (1 hektar) yang dulunya digunakan untuk ternak sapi, kambing/domba, serta tanaman pangan, mereka berencana membangun Pusat Pelatihan Pertanian dan Pedesaan Swadaya (P4S).

Kawasan ini dirancang untuk menjadi pusat edukasi pertanian modern yang menarik perhatian generasi muda (Gen Z) serta masyarakat sekitar. Selain peternakan, kawasan ini juga akan dikembangkan sebagai kebun pembibitan komoditas perkebunan seperti kemenyan, kemiri, aren, hingga kelapa sawit.

Dukungan penuh datang dari sang ayah, Purnadi, S.E., yang tidak hanya bertindak sebagai penyokong modal usaha, tetapi juga merupakan sosok tokoh masyarakat—Ketua Pujakesuma Padangsidimpuan sekaligus anggota DPRD setempat.

Melihat langsung dilema peternak terkait mahalnya harga pakan dan fluktuasi harga telur, Purnadi menyuarakan harapannya kepada pemerintah daerah maupun pusat.

Ia mendorong pemerintah untuk menginisiasi pembangunan pabrik pakan skala lokal, baik melalui BUMD (Perumda) maupun BUMDes yang berkolaborasi dengan Koperasi Merah Putih.

"Kami sangat berharap pemerintah dapat hadir membangun pabrik pakan ayam, baik lewat Perumda atau BUMDes yang bekerja sama dengan Koperasi Merah Putih. Langkah ini penting agar peternak mendapatkan jaminan pasar serta tidak lagi kesulitan bahan pakan," tegas Purnadi.

 

Ia menambahkan bahwa kawasan Kecamatan Batunadua memiliki potensi sangat besar untuk dikembangkan secara formal sebagai kawasan sentra peternakan rakyat, mengingat selain ayam petelur, daerah ini juga menjadi pusat berkembangnya peternakan ayam pedaging (broiler).

Reporter : Istansu/Purnadi
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018