
Pembentukan Brigade pangan di Jepara
TABLOIDSINARTANI.COM, Jepara---Regenerasi petani menjadi langkah penting untuk menjaga keberlanjutan sektor pertanian dan meningkatkan produksi pangan nasional. Melalui pembentukan Brigade Pangan, Kementerian Pertanian (Kementan) mendorong generasi muda terlibat langsung dalam pengelolaan usaha tani yang modern, terstruktur, dan berorientasi bisnis.
Di Bumi Kartini, Jepara, Jawa Tengah, Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma) sebagai penanggung jawab Brigade Pangan Jawa Tengah membentuk empat Brigade Pangan. Lokasinya berada di empat kecamatan, yakni Kalingga Raja di Kecamatan Keling, Josjis Mulus di Kecamatan Bangsri, Tani Jaya Bumi Lestari di Kecamatan Tahunan, dan Muda Berkarya di Kecamatan Kalimayan.
Setiap Brigade Pangan beranggotakan 15 petani muda berusia 19–39 tahun. Mereka dipersiapkan untuk mengelola lahan dengan memanfaatkan teknologi modern serta menerapkan tata kelola usaha tani yang efisien dan berkelanjutan.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam berbagai kesempatan menegaskan pentingnya mempersiapkan generasi muda untuk mengambil peran strategis dalam pembangunan nasional, termasuk sektor pertanian. “Sekarang generasi muda adalah generasi yang harus kita persiapkan untuk mengawal Indonesia menjadi negara emas,” ujarnya.
Sejalan dengan arahan tersebut, Kementan memperkuat keterlibatan generasi muda melalui berbagai program strategis, termasuk pengembangan Brigade Pangan dan dukungan sarana produksi pertanian. Langkah ini diharapkan mempercepat regenerasi petani sekaligus memperkuat kapasitas produksi pangan nasional.
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Idha Widi Arsanti, juga menegaskan pentingnya regenerasi petani untuk menjawab tantangan penuaan tenaga kerja di sektor pertanian di tengah kebutuhan pangan yang terus meningkat.

Mewakili Direktur Polbangtan Yoma, Koordinator Liaison Officer Brigade Pangan Jawa Tengah, Bambang Sudarmanto mengatakan, regenerasi petani merupakan kebutuhan mendesak untuk menjaga keberlanjutan pembangunan pertanian.
“Saat ini lebih dari 60% petani Indonesia berusia di atas 45 tahun dengan tingkat pendidikan yang masih dominan SD. Melalui Brigade Pangan, kita mendorong keterlibatan petani milenial yang adaptif terhadap teknologi modern,” kata Bambang dalam rapat pembentukan Brigade Pangan, Rabu (14/10).
Menurut Bambang, pengelolaan lahan secara terintegrasi, pemanfaatan alat dan mesin pertanian (alsintan) modern seperti drone seeder dan rice transplanter, serta penguatan manajemen usaha tani dari hulu hingga hilir menjadi faktor penting untuk meningkatkan produktivitas.
Ia optimistis pendekatan tersebut dapat meningkatkan produktivitas dan Indeks Pertanaman (IP) di lokasi optimalisasi lahan (OPLAH) Kabupaten Jepara.
Dukungan terhadap pembentukan Brigade Pangan juga disampaikan Camat Keling, Lulut Andi Ariyanto. Menurutnya, wilayahnya memiliki potensi lahan pertanian dan kawasan OPLAH yang strategis untuk dikembangkan melalui keterlibatan petani muda dan penerapan teknologi modern.
“Kecamatan Keling memiliki potensi lahan pertanian dan kawasan OPLAH yang sangat strategis. Kehadiran para petani milenial yang didukung oleh pengelolaan infrastruktur tata air serta modernisasi alsintan,” ujarnya.
Ia berharap pemanfaatan teknologi dan perbaikan infrastruktur pertanian dapat membantu mengatasi tantangan budidaya di lahan tadah hujan maupun lahan irigasi. Dengan demikian, produktivitas dan Indeks Pertanaman di Kecamatan Keling dapat meningkat.
Dukungan serupa disampaikan Camat Donorojo, Ahmad Widiyanto. Ia mengakui, sektor pertanian berperan penting dalam menopang ketahanan pangan daerah sehingga membutuhkan keterlibatan generasi muda dan kolaborasi berbagai pihak.
Sektor pertanian di Kecamatan Donorojo katanya, memegang peranan penting dalam menyokong ketahanan pangan daerah. “Melalui program pembentukan Brigade Pangan dan pengerjaan jaringan irigasi serta dam parit ini, kami siap bersinergi dengan BPP, PPL, serta para pemuda tani,” tambah Widiyanto.
Ia berharap keberadaan Brigade Pangan dapat menghadirkan semangat baru dalam regenerasi petani di wilayahnya. Dengan dukungan penyuluh, infrastruktur pertanian, dan teknologi modern, para pemuda tani diharapkan mampu mengelola usaha tani secara lebih produktif, efisien, dan berkelanjutan.
Pembentukan empat Brigade Pangan di Jepara menjadi salah satu upaya memperluas partisipasi generasi muda dalam pembangunan pertanian. Melalui penguatan kelembagaan dan penerapan teknologi, petani muda diharapkan tidak hanya menjadi pelaku produksi, tetapi juga mampu mengembangkan usaha pertanian yang berdaya saing dan meningkatkan kesejahteraan.