Friday, 16 October 2026


Brigade Pangan Klaten Tetap Panen Padi saat Kemarau, Ini Rahasianya 

16 Oct 2026, 16:15 WIBEditor : Yulianto

eterbatasan air pada musim kemarau tidak menyurutkan langkah Brigade Pangan Sobat Agro Mandiri di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, untuk tetap bisa panen padi

TABLOIDSINARTANI.COM, Klaten---Keterbatasan air pada musim kemarau tidak menyurutkan langkah Brigade Pangan Sobat Agro Mandiri di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, untuk tetap bisa panen padi. Apa rahasianya?

Ternyata dengan memanfaatkan sumber air dari sumur dalam, kelompok ini berhasil memanen padi di lahan seluas 3 hektare di Desa Banyuripan, Kecamatan Bayat, pada musim tanam ketiga (MT III).

Keberhasilan tersebut menunjukkan pemanfaatan sumber air dan pengelolaan lahan yang tepat dapat membuka peluang peningkatan indeks pertanaman (IP), termasuk pada musim kemarau. Upaya ini sekaligus menjadi bagian dari strategi peningkatan produksi padi untuk mendukung swasembada pangan nasional.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan, transformasi pertanian melalui pemanfaatan teknologi dan alat mesin pertanian (alsintan) menjadi salah satu kunci untuk meningkatkan indeks pertanaman. “Tujuannya apa? Ini bisa meningkatkan planting index atau indeks pertanaman, satu kali menjadi tiga kali karena menggunakan peralatan modern,” katanya.

Transformasi dari sistem pertanian tradisional menuju pertanian modern diharapkan dapat meningkatkan produktivitas lahan sekaligus memberikan nilai tambah bagi petani. Dengan dukungan teknologi, pengelolaan air, dan mekanisasi, lahan pertanian berpeluang dimanfaatkan lebih optimal sepanjang tahun.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menyampaikan bahwa peningkatan indeks pertanaman menjadi salah satu fokus pembangunan pertanian. Melalui strategi ini, lahan yang sebelumnya hanya ditanami satu kali dalam setahun didorong agar dapat dimanfaatkan untuk dua hingga tiga musim tanam, sesuai dengan kondisi lahan dan ketersediaan air.

Idha berharap, strategi ini dapat meningkatkan produksi dari lahan yang sudah tersedia tanpa harus terus bergantung pada perluasan areal pertanian. "Meski demikian, peningkatan frekuensi tanam perlu disesuaikan dengan ketersediaan air dan kondisi lahan agar produktivitas tetap terjaga,” ujarnya.

Menurut Idha, percepatan tanam juga menjadi bagian dari upaya mengantisipasi dampak perubahan iklim. Pengaturan jadwal tanam yang terencana memungkinkan petani memanfaatkan ketersediaan air secara lebih efektif sebelum memasuki periode kering yang berisiko mengganggu pertumbuhan tanaman.

“Target kita adalah mendorong peningkatan indeks pertanaman hingga IP 250 bahkan IP 300 pada lahan yang telah mendapatkan dukungan program pemerintah. Dengan peningkatan frekuensi tanam, produktivitas lahan akan semakin optimal dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi petani maupun ketahanan pangan nasional,” papar Idha.

Untuk mendukung pencapaian target tersebut, pemerintah memperkuat penyediaan benih dan pupuk, perbaikan tata kelola air, pemanfaatan alsintan, serta pengembangan kelembagaan Brigade Pangan. Dukungan ini diharapkan mampu mendorong petani, khususnya generasi muda, mengelola usaha tani secara lebih produktif dan berkelanjutan.

Direktur Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta-Magelang (Polbangtan Yoma), R. Hermawan selaku penanggung jawab Brigade Pangan Provinsi Jawa Tengah, turut mengapresiasi upaya Brigade Pangan Sobat Agro Mandiri dalam memanfaatkan dukungan alsintan untuk meningkatkan indeks pertanaman. Hal tersebut disampaikannya dalam wawancara pada Rabu (14/10).

“Brigade Pangan merupakan model bagi anak muda yang mau dan mampu berwirausaha pada komoditas padi. Mereka berhasil menjalankan usaha dengan kreatif dan inovatif,” ujarnya.

Ia juga mendorong Brigade Pangan untuk mengoptimalkan pemanfaatan alsintan agar mampu meningkatkan frekuensi tanam, produktivitas, dan pendapatan usaha tani. Dengan alsintan ini, Brigade Pangan harus terpacu untuk meningkatkan indeks pertanaman sehingga bisa meningkatkan pendapatannya.

Keberhasilan Brigade Pangan Sobat Agro Mandiri memanen padi pada musim tanam ketiga menjadi contoh bahwa optimalisasi lahan dapat dilakukan melalui pengelolaan air, pemanfaatan teknologi, dan penguatan peran generasi muda. Langkah ini diharapkan dapat memperluas peluang peningkatan produksi padi sekaligus memperkuat kontribusi Brigade Pangan dalam mewujudkan swasembada pangan.

Reporter : Osi W
Sumber : Polbangtan YOMA
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018