
Warga Desa Bampalola Bangun Jalan Usaha Tani
TABLOIDSINARTANI.COM, ALOR BARAT LAUT — Semangat gotong royong mewarnai pembangunan Jalan Usaha Tani (JUT) di Desa Bampalola, Kecamatan Alor Barat Laut, Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur.
Tak hanya anggota kelompok tani, masyarakat dari desa tetangga juga turun tangan untuk membangun akses jalan yang diharapkan mempermudah aktivitas pertanian.
Program pemerintah melalui Kementerian Pertanian, Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP), ini menjadi salah satu upaya mendukung pembangunan infrastruktur pertanian di pedesaan.
Melalui pembangunan JUT, petani diharapkan memiliki akses yang lebih baik menuju kawasan lahan pertanian.
Koordinator Penyuluh Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Alor Barat Laut, Petrus Payong, SST, menjelaskan bahwa untuk memperoleh bantuan JUT, Kelompok Tani Tomnu harus memenuhi sejumlah persyaratan.
Di antaranya, kelompok tani terdaftar dalam Sistem Informasi Manajemen Penyuluhan Pertanian (SIMLUHTAN), memiliki kawasan lahan sasaran, serta bersedia melaksanakan pekerjaan secara gotong royong atau padat karya sesuai petunjuk teknis.
“Pembangunan Jalan Usaha Tani ini diharapkan dapat mempermudah akses petani menuju lahan pertanian. Karena itu, keterlibatan kelompok tani dan masyarakat sangat penting agar pembangunan berjalan dengan baik dan hasilnya dapat dimanfaatkan bersama,” ujar Petrus.
Berdasarkan petunjuk teknis, pembangunan JUT di Desa Bampalola berupa rabat beton sepanjang 275 meter, lebar 1,5 meter, dan ketebalan 15 sentimeter.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan mendapat pendampingan dan pengawasan dari Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Desa Bampalola, Ilham Molbang, SST, bersama Petrus Payong.
Untuk mendukung kelancaran kegiatan, dibentuk Unit Pengelola dan Pelaksana Kegiatan (UPPK) yang diketuai Sudirman Lelang, dengan Nurwahida Ali sebagai sekretaris dan Mustapa Bao sebagai bendahara. Ketua Kelompok Tani Tomnu, Nasir Lasim, turut mendukung pelaksanaan pembangunan tersebut.
Semangat kebersamaan tampak dari keterlibatan 25 anggota Kelompok Tani Tomnu dalam kegiatan pembangunan. Masyarakat Desa Dulolong Barat yang juga menggunakan akses jalan tersebut ikut berpartisipasi. Bahkan, pada hari pertama pelaksanaan, jumlah peserta yang terlibat dilaporkan mencapai 250 orang.
Partisipasi masyarakat ini menjadi bukti bahwa pembangunan infrastruktur pertanian membutuhkan kerja sama berbagai pihak. Selain mendukung kelancaran pekerjaan, gotong royong juga memperkuat rasa memiliki terhadap fasilitas yang dibangun untuk kepentingan bersama.
Kepala Desa Bampalola, Moktar Adang, menyambut baik pelaksanaan program JUT di wilayahnya. Dukungan pemerintah desa diharapkan dapat memperkuat upaya pembangunan infrastruktur yang dibutuhkan masyarakat, khususnya untuk menunjang kegiatan pertanian.
“Kami berterima kasih atas program Jalan Usaha Tani yang diberikan untuk Desa Bampalola. Kami berharap pembangunan ini dapat membantu petani, memperlancar akses menuju lahan pertanian, dan mendukung kemajuan kampung,” ujar Moktar.