
Mentan Amran Sulaiman saat berdialog di Puncak Peringatan hari Tani Nasional di Pringsewu, Minggu (25/10).
TABLOIDSINARTANI.COM, Pringsewu---Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman mengajak buruh tani yang bekerja menanam padi di lahan milik orang lain untuk membentuk kelompok tani. Dengan berkelompok buruh tani bisa mendapatkan kesempatan, termasuk mendapatkan bantuan alat mesin pertanan (alsintan).
Selama ini para buruh tanam menjadi bagian dalam kegiatan usaha tani. Namun mereka tidak memiliki sawah sendiri dan mengandalkan pekerjaan menanam untuk memperoleh penghasilan.
Amran menegaskan, buruh tanam juga harus memiliki kesempatan untuk mendapatkan dukungan pemerintah. Ia menyampaikan bahwa regulasi bantuan alsintan telah diubah sehingga kelompok tukang tandur dapat mengakses bantuan alat dan mesin pertanian.
“Kami sudah mengubah regulasi. Tukang tandur di seluruh Indonesia bisa menerima bantuan alat dan mesin pertanian dari pemerintah. Dulu mereka tidak bisa terima bantuan, sekarang sudah bisa,” tegasnya.
Ia kemudian meminta para buruh tanam membentuk kelompok agar pengajuan bantuan dapat dilakukan secara terorganisasi. Bahkan Amran berkomitmen untuk menyediakan lima unit traktor tangan bagi lima kelompok tukang tandur. Masing-masing kelompok memperoleh satu unit.
“Nanti, khusus untuk buruh tandur, berkelompok. Ini ada 100, berarti kami berikan traktor lima. Satu kelompok, satu unit,” ujar Amran saat berdialog di Puncak Peringatan hari Tani Nasional di Pringsewu, Minggu (25/10),
Amran menegaskan, pemerintah tidak boleh membiarkan petani menghadapi persoalan produksi tanpa dukungan. Karena itu, setiap usulan perlu ditindaklanjuti dengan pemeriksaan kondisi lapangan dan koordinasi antarlembaga agar bantuan tepat sasaran.
Termasuk, saat petani mengeluhkan keterbatasan sumber air hingga kebutuhan alat pengolahan lahan. Sejumlah permintaan bantuan langsung dicatat dan ditindaklanjuti dengan meminta jajaran teknis Kementerian Pertanian mempercepat proses pengecekan dan penyalurannya.
“Kami lakukan apa pun demi petani Indonesia. Keluhan petani harus ditindaklanjuti dengan solusi konkret,” ujar Amran
Ia menambahkan, pemerintah akan berupaya memenuhi kebutuhan petani, terutama yang berkaitan langsung dengan keberlangsungan produksi pangan. Untuk lahan yang mengalami puso, ia menginstruksikan pemberian benih gratis, dengan luasan yang perlu diverifikasi lebih lanjut oleh jajaran teknis.
Menanggapi laporan mengenai sekitar 300 hektare lahan pertanian yang mengalami puso di Kabupaten Pringsewu, Lampung, Amran menyatakan, pemerintah akan bergerak cepat membantu petani melalui pemberian benih gratis dan dukungan sarana pengairan. “Untuk 300 hektare lahan puso di Kabupaten Pringsewu, kita beri benih gratis. Kita siapkan tiga unit pompa,” ujarnya.
Selain bantuan benih dan pompa, Amran juga meminta agar ditelaah kemungkinan menarik sumber air dari area persawahan dengan menggunakan pompa berkapasitas besar. Untuk mempercepat penanganan persoalan irigasi tersebut, ia menyatakan akan berkoordinasi dengan Menteri Pekerjaan Umum (PU).
“Apa bisa ditarik airnya dari sawah, pakai pompa yang besar? Nanti saya bicarakan dengan Menteri PU,” katanya.
Kementerian Pertanian akan terus mendorong penyelesaian persoalan petani melalui langkah nyata, mulai dari dukungan sarana produksi, pengairan, alsintan, hingga perlindungan harga komoditas.
Melalui respons langsung terhadap aspirasi petani di Lampung, pemerintah berharap kendala produksi dapat segera diatasi dan petani memperoleh dukungan yang dibutuhkan untuk meningkatkan produktivitas serta menjaga keberlanjutan produksi pangan nasional.