Wednesday, 04 November 2026


Bukan Sekadar Tradisi, Khanduri Blang Bukti Kekompakan Petani Simeulue

04 Nov 2026, 15:48 WIBEditor : Herman Pratikno

Petani Blang Tauhao, Kelompok Tani Aurifanta, Desa Sefoyan, Kecamatan Simeulue Timur, Kabupaten Simeulue, menggelar tradisi Khanduri Blang atau Kenduri Turun ke Sawah

TABLOIDSINARTANI.COM, Simeulue --- Menyambut musim tanam padi, masyarakat petani Blang Tauhao, Kelompok Tani Aurifanta, Desa Sefoyan, Kecamatan Simeulue Timur, Kabupaten Simeulue, menggelar tradisi Khanduri Blang atau Kenduri Turun ke Sawah, Senin (2/11).

Tradisi yang diwariskan secara turun-temurun ini bukan sekadar ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT, tetapi juga menjadi momentum bagi petani untuk memperkuat kebersamaan dan menyatukan langkah menghadapi musim tanam.

Melalui Khanduri Blang, petani bermusyawarah dan menyepakati jadwal serta tahapan kegiatan pertanian secara bersama-sama. Mulai dari pembersihan lahan, pembajakan sawah, penyemaian benih, hingga penanaman padi.

Kesepakatan tersebut penting untuk membangun koordinasi antarp petani agar kegiatan budidaya dapat berjalan lebih teratur dan penanaman dilakukan secara serentak. Dengan demikian, pengelolaan pertanian di tingkat kelompok diharapkan semakin baik.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Simeulue, drh. Ikhwan Jamil, M.Si., dalam arahannya mengajak masyarakat untuk senantiasa bersyukur dan berdoa agar musim tanam mendatang membawa hasil yang melimpah.

"Alhamdulillah, semoga panen yang akan datang hasil padi kita melimpah dan kita bisa menunaikan zakat," ujarnya.

Ia juga mengajak petani memohon kepada Allah SWT agar seluruh proses pertanian, mulai dari penanaman hingga panen, berjalan lancar dan memberikan keberkahan bagi masyarakat.

"Kita memohon kepada Allah SWT agar proses menanam hingga panen nanti berjalan lancar, hasil tani melimpah, dan membawa berkah bagi kita semua," pesannya.

Khanduri Blang menjadi salah satu bentuk kearifan lokal yang masih terjaga di tengah perkembangan dan modernisasi sektor pertanian. Tradisi ini memperlihatkan bahwa keberhasilan pertanian tidak hanya ditentukan oleh teknologi dan sarana produksi, tetapi juga oleh kekompakan, musyawarah, serta semangat gotong royong masyarakat.

Nilai-nilai tersebut menjadi modal penting dalam membangun pertanian yang lebih maju. Dengan persiapan yang matang dan kesepakatan jadwal tanam, petani diharapkan dapat menghadapi musim tanam dengan lebih baik sehingga produktivitas dan hasil panen meningkat.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan prosesi Peusejuk Bibit yang dipimpin langsung Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Simeulue. Prosesi ini menjadi bagian dari tradisi dan doa bersama agar benih yang akan ditanam tumbuh dengan baik serta menghasilkan panen yang melimpah.

Kegiatan Khanduri Blang tersebut turut dihadiri Ketua Tim Kerja (Katimker) CWS Kabupaten Simeulue, Kepala Bidang Penyuluhan Pertanian, KJF Kabupaten Simeulue, serta tim Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) BPP Kuala Makmur.

Reporter : Monanda Phermana
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018