
Kolnapa dan Catelkutti pupuk organik cair inovasi Tiga mahasiswa Universitas Ichsan Sidenreng Rappang (UNISAN Sidrap)
TABLOIDSINARTANI.COM, Sidrap --- Tiga mahasiswa Universitas Ichsan Sidenreng Rappang (UNISAN Sidrap), Sulawesi Selatan, menghadirkan inovasi di bidang pertanian melalui pengembangan pupuk organik cair bernama Kolnapa dan Catelkutti.
Tak hanya mengangkat potensi bahan organik, inovasi ini juga membawa identitas budaya Bugis yang menjadi kebanggaan para penggagasnya.
Mereka adalah Sahar, Hairil, dan Mukhrim, mahasiswa Jurusan Proteksi Tanaman yang tergabung dalam kelompok SAHAMU. Dalam mengembangkan gagasan tersebut, ketiganya mendapat pendampingan dari dosen Jumardi, S.P., M.Si.
Bagi kelompok SAHAMU, inovasi tidak selalu harus berawal dari teknologi rumit atau bahan yang sulit ditemukan. Potensi di lingkungan sekitar pun bisa menjadi sumber inspirasi untuk menghasilkan sesuatu yang bernilai guna bagi pertanian.
Dari pemikiran tersebut, mereka mengembangkan Kolnapa dan Catelkutti sebagai upaya memanfaatkan bahan organik menjadi produk yang berpotensi mendukung kebutuhan tanaman. Gagasan ini sekaligus menjadi sarana menerapkan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan ke dalam praktik.
Keunikan kedua produk tersebut tidak hanya terletak pada gagasan pemanfaatan bahan organik, tetapi juga pada penamaannya. Kolnapa diambil dari ungkapan kolu na pao, yang merujuk pada kubis dan mangga dalam bahasa Bugis. Sementara Catelkutti merupakan perpaduan istilah cangkang telur dan kulit utti atau pisang.
Pemilihan nama itu menjadi cara sederhana Sahar, Hairil, dan Mukhrim memperkenalkan bahasa daerah melalui karya di bidang pertanian.
“Filosofinya sesederhana kami ingin mengenalkan budaya khas kita, yaitu bahasa Bugis. Bahasa Bugis juga mencerminkan kepribadian atau watak kami yang keras dan tegas,” ungkap tim SAHAMU.
Di balik nama yang khas tersebut, tersimpan pula cerita kebersamaan dan sisi jenaka para anggota tim selama mengembangkan gagasan. Bagi mereka, budaya lokal bukan sekadar warisan, melainkan juga dapat menjadi bagian dari identitas sebuah inovasi.
Pemanfaatan bahan organik menjadi salah satu peluang untuk mendukung pertanian yang lebih berkelanjutan. Bahan yang sebelumnya kurang dimanfaatkan berpotensi memiliki nilai tambah apabila diolah melalui proses yang tepat.
Pupuk organik cair dapat membantu memenuhi kebutuhan unsur hara tanaman. Namun, manfaatnya bergantung pada komposisi bahan, proses pengolahan, kandungan unsur hara, serta ketepatan dosis penggunaannya.
Karena itu, Kolnapa dan Catelkutti masih perlu dikembangkan melalui pengujian kualitas dan uji aplikasi pada tanaman. Pengujian diperlukan untuk mengetahui kandungan unsur hara, keamanan, dan efektivitas produk secara terukur.
Bagi kelompok SAHAMU, proses tersebut menjadi bagian penting dalam perjalanan inovasi. Mengembangkan produk bukan sekadar menghasilkan sesuatu, tetapi juga memastikan kualitas dan manfaatnya melalui pembuktian ilmiah.
Pendampingan Jumardi sebagai dosen pembimbing turut menjadi bagian dari proses akademik tersebut. Melalui pengembangan gagasan ini, mahasiswa memperoleh pengalaman menghubungkan pengetahuan di bangku kuliah dengan potensi sumber daya lokal.