
Rasi Singkong
TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta --- Masyarakat Adat Cireundeu, Cimahi, Jawa Barat sudah terbiasa mengkonsumsi singkong sebagai makanan pokok. Tak hanya dikonsumsi langsung, tetapi juga diolah menjadi nasi (sangu sampeu) dan dikonsumsi dengan lauk dan sayur mayur. Meskipun diolah dari ampas, nyatanya beras singkong ini memiliki kandungan gizi yang tinggi.
Di Kampung Adat Cireundeu, Cimahi, ada sekitar 70 Kepala Keluarga yang masih memegang teguh untuk tidak memakan Nasi dari Beras, tetapi hanya memakan nasi dari Singkong. Mereka akan membawa Rasi ke lokasi tempat-tempat mereka bekerja atau beraktifitas. Jika tidak ada, mereka akan memakan apa saja kecuali Nasi dari Beras.
Sebab masih kata Kang Yana, sekali memakan Nasi dari beras, maka godaan untuk memakan nasi tersebut akan mempengaruhi keteguhan mereka bertahan makan Rasi. Salah satu kelebihan rasi, menurut para warga Cireundeu, gampang mengenyangkan dan cukup dua kali sehari yang mengkonsumsi.
Tak hanya mengenyangkan, panen singkong juga berguna bagi ekonomi masyarakat Cireundeu. “Sekali panen bisa kita jual acinya, dengan harga Rp 10 ribu per kilogram. Sedangkan ampasnya, kita pakai untuk dibuat menjadi nasi, masyarakat tidak perlu beli beras. Dapatnya 120 kg, sangat padat, banyak dan enggak habis sebulan,” tutur Humas Masyarakat Adat Cireundeu, Cimahi, Jawa Barat, Kang Yana dalam Focus Group Disscusion " Nutrisi, Konsumsi dan Potensi Singkong sebagai Pangan Pokok" yang diselenggarakan Tabloid Sinar Tani, Rabu (18/8).
Sebagai makanan pokok, singkong di Kampung Adat Cireundeu per harinya bisa memproduksi rasi sebanyak 5-7 kuintal. Saat musim kemarau, produksi rasi bahkan bisa mencapai 1 ton per hari.
Untuk mengolah singkong menjadi rasi, diawali dengan mengupas kulit singkong. Kemudian singkong yang telah dikupas tersebut dicuci, diparut atau digiling, lalu disaring dan diperas. Setelah menghasilkan ampas singkong, kemudian dijemur selama 2-3 hari untuk menghilangkan kandungan sianida.
Sedangkan cara memasak rasi adalah dengan mengepal ampas singkong kemudian merendamnya dengan air secukupnya dan direbus selama lima menit jika menggunakan kompor perapian tradisional atau gas biasa. Singkong yang telah diolah menjadi rasi mentah dapat bertahan selama tiga bulan.
Meskipun hanya ampas, berdasarkan data Kemenkes RI, Tabel Komposisi Pangan Indonesia (TKPI), setiap 100 gram "Rasi (Beras Singkong)" mengandung 14,4 gram serat, 350 kkal energi dan 0,30 mg tembaga. “Banyak yang beli untuk terapi diabetes juga rasi ini. Tapi kami batasi karena memang untuk konsumsi kami juga disini,” jelasnya.