
Petani yang menanam kedelai menthuk jagung
TABLOIDSINARTANI.COM, Grobogan---Lahan kering bukan menjadi kendal bagi petani di Grobogan, Jawa Tengah. Ketika petani lain pasrah dengan kondisi lahan kering, ternyata petani di kabupaten tersebut berhasil menyiasatinya dengan menerapkan sistem menthuk dalam budidaya jagung.
“Methuk berasal dari kata pethuk dalam bahasa Jawa bermakna bertemu. Dalam bentuk aktif methuk bermakna menjemput. Jadi artinya menjemputa tanam,” kata Plt Kepala Dinas Pertanian Grobogan, Jawa Tengah, Sunanto.
Menurut Sunanto, petani Grobogan selama ini menerapkan dua model tanam methuk. Pertama, kedelai methuk jagung. Jadi petani menanam kedelai ketika jagung berumur 80-90 hari. Ketika jagung panen, kedelai sudah berumur sekitar satu bulan. Sekitar 45 hari berikutnya kedelai dapat dipanen. Setelah itu jagung kedua dapat ditanam.
“Dengan cara tanam sistem ini, yang awalnya petani hanya dapat membudidayakan jagung dua kali pada musim tanam pertama dan kedua. Petani juga dapat menanam kedelai di sela-selanya antara musim tanam pertama dan kedua,” katanya.
Sunanto menjelaskan, teknik budidaya methuk dalam pemangkasan tunas jagung dilakukan setelah kedelai berumur 5-7 hari. Hal ini bertujuan untuk melindungi benih kedelai yang ditanam dari terpaan hujan dan gangguan lainnya.
Model kedua adalah jagung methuk jagung. Budidaya jagung kedua ketika berumur 80-90 hari atau satu bulan sebelum panen sudah ditanam benih jagung susulan berikutnya yakni tanam jagung ketiga. “Ini sebenarnya super intensif,” katanya.
Teknik Budidaya
Sunanto menjelaskan, teknik budidaya methuk jagung, jarak tanamnya adalah 70 x 20 cm2 untuk satu biji perlubang tanam. Bisa juga dengan jarak tanam 70 x 40 cm2 untuk dua biji lubang tanman. Jarak tanamn ini seperti jarak tanam biasa yang dilakukan petani. Sedangkan jarak tanam kedelai 35 x 20 cm2 yang ditanam di sela-sela jagung pada umur 85 hari.
“Untuk penggunaan pupuk pada tanaman jagung dilakukan seperti biasanya. Khusus untuk tanaman kedelai direkomendasikan menggunakan pupuk majemuk,” katanya.
Bagi petani lain yang berminat mencoba cara ini, Sunanto mengingatkan, persyaratan lahan yang dapat diterapkan sistem menthuk jagung dengan kedelai adalah lahan yang memiliki pola tanam jagung (MT-1) dan jagung (MT-2). Pada musim tanam pertama dilakukan olah tanah penuh, tapi selanjutnya dengan tanpa olah tanah. Penanaman kedelai sebaiknya dilakaukan saat jagung berumur 80-90 hari.
“Sedangkan pemangkasan pucuk tanaman jagung dilakukan setelah kedelai berumur 5-7 hari untuk melindungi benih kedelai yang ditanam dari hujan dan beberapa gangguan lain,” tuturnya. Bahkan setelah panen jagung, kedelai juga dalam jangka waktu tidak lama atau sekitar 1 bulan akan panen juga.
Budidaya sistem menthuk banyak kenuntungannya. Baca halaman selanjutnya