Saturday, 17 October 2026


Kementan Siap Tunjukkan Lokasi Stok Jagung

22 Sep 2021, 14:36 WIBEditor : Yulianto

Jagung Balitbangtan

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta---Pro kontra soal data stok jagung memunculkan wacana impor. Namun, Kementerian Pertanian menegaskan data stok jagung hingga 2,3 juta ton benar adanya di lapangan. Hal ini ditegaskan Direktur Serelia Ditjen Tanaman Pangan Moh. Ismail Wahab merespon keraguan data stok jagung.

Menurut Ismail, Kementan melakukan update data stok jagung secara reguler setiap minggunya. Bahkan ada dua unit kerja yang secara aktif melakukan, yaitu Badan Ketahanan Pangan dan Pusat Data dan Informasi Pertanian. “Badan Ketahanan Pangan melakukan survei periodik stok jagung di pengepul, gudang GPMT, dan pasar. Sedangkan Pusdatin kami secara langsung melalui mantri tani dan harmonisasi data BPS. Datanya sama,” tegas Ismail di Jakarta, Rabu (22/9).

Karenanya Ismail mengatakan Kementan siap menunjukkan lokasi gudang dan sentra yang saat ini memiliki stok jagung, bila ada pihak lain yang ingin segera membantu distribusi jagung. Masalahnya saat ini bukan produksi, namun distribusi jagung ke peternak yang terhambat. "Kami punya data stok, silahkan tanya kami bila benar ingin menyelesaikan perkara jagung peternak mandiri,” tegasnya.

Ismail mengakui bahwa memang ada kecenderungan pabrik pakan besar dan pengepul untuk menyimpan jagung dalam jumlah besar, mengingat adanya kekhawatiran supply jagung untuk produksi pakan terganggu, dan kondisi harga jagung pasar dunia yang juga sedang tinggi. “Harga jagung di petani masih tinggi, karena pabrik juga masih berani membeli tinggi. Sementara harga pasar dunia naik 30 persen. Saya kira regulator harga jagung harus melakukan intervensi aktif. Kasian peternak mandiri kita,” tambahnya.

Selanjutnya Ismail menambahkan bulan September hingga Oktober adalah masa panen jagung yang ditanam di lahan sawah. Kementan mempersilahkan bila ada yang meragukan untuk mengecek sendiri ke Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Sementara itu Dean Novel, Direktur PT Datu Nusra Agrobisnis (DNA) yang selama ini bergerak dalam koorperasi jagung  di Nusa Tenggara Barat. "Kemendag sebaiknya jangan membuat kesimpulan tentang stok jagung di dalam negeri untuk tujuan impor jagung. Tahun 2020 yang lalu, harga jagung anjlok tajam. Kemendag kemana saja? Mengapa saat harga jagung lebih baik dari tahun lalu, kebijakannya impor?” tanya Dean.

Menurut Dean, pada musim panen raya Maret lalu harga panen raya cukup baik di atas harga Maret 2020 yang sangat murah. Kenaikan harga pada Maret lalu itu ditengarai karena banyak aksi beli dari peternak dan feedmill secara langsung ke daerah-daerah sentra.

“April hingga Juli, harga terus mengalami rally naik karena iklim pada saat itu anomali,k emarau basah. Saat itu, hampir rata-rata petani tidak mau lagi jual jagung tongkol atau glondongan atau pipilan basah. Petani hanya mau jual pipilan kering karena alasan harga. Jadi, stok jagung cukup banyak di tangan petani,” ujarnya.

Reporter : Humas Tanaman Pangan
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018