Wednesday, 21 October 2026


Ragam Hama Padi yang Patut Diwaspadai

15 Nov 2022, 04:21 WIBEditor : Yulianto

Pengamatan hama dan penyakit tanaman harus dilakukan sedini mungkin

Ada beberapa hama utama padi yang kerap meresahkan petani yakniwereng coklat, penggerek batang padi, dan tikus sawah.  Hama wereng cokelat menjadi salah satu yang sangat berbahaya, karena cepat berkembang biak dan mudah beradaptasi. “Wereng dewasa dan nimfa akan menyerang bagian batang padi. Tanaman yang terserang menjadi kuning seperti terbakar dan mati, sebagai vektor virus kerdil rumput dan kerdil hampa,” kata Usyati.

Strategi pengendalian wereng coklat, menurut Usyati adalah tanam serentak untuk membatasi sumber makanan. Kemudian, penggunaan varietas tahan wereng seperti Inpari 13, Inpari 31, Inpari 33 dan Inpari 47. Selain itu dengan memantau hama melalui light trap yang dapat mendeteksi wereng coklat yang datang dari luar (imigran). “Satu light trap dengan lampu 160 W dapat mengcover 200 – 500 ha,” ujarnya.

Dari hasil tangkapan light trap tersebut, Usyati mengatakan, petani bisa menentukan waktu persemaian padi. Jika wereng imigran tidak tumpang tindih, maka semai padi bisa 15 hari setelah puncak imigran. Jika wereng imigran tumpang tindih, maka persemaian bisa dilakukan 15 hari setelah puncak imigran kedua.

Dengan informasi ini petani bisa segera mengendalikan wereng di lapangan. Wereng coklat imigran yang datang ke light trap dianggap G0. Pengendalian terbaik pada saat wereng datang atau G0 dan G1, paling lambat pada G2. “Jangan sampai kita kendalikan saat G3, karena tidak akan berhasil,” katanya. Sementara itu dalam penggunaan insektisida, menurut Usyati, sebagai alternatif terakhir

Hama lainnya yang dominan adalah penggerek batang padi. Gejala adanya hama tersebut adalah serangan sundep dan beluk. Strategi pengendalian yaitu mengatur pola tanam, pemantauan dengan light trap, pengendalian secara fisik dan mekanik, pemasangan jaring di persemaian untuk menghalangi ngengat meletakkan telur, kemudian pengendalian hayati dengan memanfaatkan musuh alami dan konservasi musuh alami. Alternatif terakhir pengendalian secara kimiawi.

Usyati mengatakan, tikus sawah menjadi hama yang juga meresahkan petani. Saat ini luas serangan tikus terluas, bahkan kehilangan hasil pre dan post harvest mencapai 20 – 100 persen. Bahayanya, jumlah anak tikus sawah dalam satu musim tanam padi, dari 1 betina dewasa dia akan bisa menghasilkan 80 ekor.

Model strategi pengendalian hama tikus terpadu dengan tanam/panen serempak, sanitasi habitat, gropyok massal, empos-gali, Linier Trap Barrier System (LTBS), Trap Barrier System (TBS) dan tanaman perangkap, pengumpanan.  “Pengendalian biologi bisa menggunakan burung hantu,” katanya.  

No

Jenis Penyakit

Keterangan

1

Bacterial Leaf Blight (BLB)

 

Strategi pengendalian Hawar Daun Bakteri yaitu dengan penggunaan varietas tahan, penggunaan benih dan bibit sehat, pengelolaan populasi (pola tanam), pengelolaan pupuk, pengendalian biologi dan pestisida kimiawi.

2

Blast

Pengendaliannya menggunakan benih sehat, varietas tahan, pergiliran varietas berdasarkan ras patogen, pupuk N tidak berlebihan, pengaturan jarak tanam tidak terlalu rapat, pengairan berselang, fungisida

3

Tungro

Pengendaliannya dengan menghilangkan sumber inokulum sebelum tanam. Kemudian dengan deteksi awal pada inokulum awal, keberadaan vektor, penanaman varietas tahan, pergiliran varietas, penanaman pada waktu yang tepat dan serempak, pengamatan/monitoring, aplikasi insektisida, eradikasi singgang ataupun tanaman.

4

Ragged stunt/kerdil hampa.

Strategi pengendalian dengan penggunaan kultivar tahan wereng coklat, tahan virus kerdil hampa ataupun tahan keduanya. Kultivar tahan wereng menunjukkan rendah juga kejadian penyakitnya, sanitasi lahan (menghilangkan sumber  inokulum), penggunaan insektisida di daerah tropik tidak selalu efisien mengendalikan kerdil hampa, di daerah iklim sedang penggunaan insektisida terhadap wereng migrasi dapat menurunkan kejadian penyakit.

5

Grassy stunt/kerdil rumput

Pengendaliannya penggunaan kultivar tahan wereng coklat ( Inpari 13, Inpari 19, Inpari 42, Inpari 47), pengendalian wereng coklat dengan varietas tahan, bahan kimia ataupun cara budidaya. Menghilangkan sumber inokulum penyakit virus kerdil rumput.

Reporter : Indri/Julian
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018