Wednesday, 21 October 2026


Kepala NFA : Beras Impor Tidak Ganggu Beras Petani

16 Dec 2022, 23:56 WIBEditor : Herman

Beras Import Masuk Indonesia Melalui Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta --- 4.900 ton beras import masuk Indonesia melalui Pelabuhan Tanjung Priok, Jakata. Kedatangan beras asal Vietnam tersebut dipersiapkan untuk menjaga stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP).

Kepala Badan Pangan Nasional/National Food Agency Arief Prasetyo Adi, mengatakan beras dari Vietnam tersebut  merupakan bagian dari rencana pengadaan beras untuk CBP dari luar sebanyak total 200.000 ton.

“Seperti yang telah disampaikan sebelumnya, cadangan pangan ini harus ada dan tidak dikeluarkan secara bebas, hanya digunakan untuk beberapa kegiatan pemerintah seperti intervensi untuk stabilisasi harga dan kegiatan kedaruratan rawan pangan dan bencana,” ungkapnya saat melihat proses kedatangan dan buka palka, di Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta, Jumat, (16/12).

Selanjutnya, ia mengatakan, pengiriman beras untuk CBP sebanyak 200.000 ton tersebut dilakukan secara bertahap. BULOG telah menyiapkan skema pengirimannya. Dalam rangka pemerataan, beras akan dikirim ke 14 tujuan Pelabuhan yang berbeda dari Pelabuhan Malahayati di Aceh hingga Tanau, di NTT.

Adapun, berdasarkan data BULOG, beras tersebut didatangkan dari 4 negara berbeda dengan jumlah kuota yang bervariasi, terdiri dari Thailand, Vietnam, Pakistan dan India.

Arief menggaransi pengadaan beras dari luar tersebut hanya untuk mengisi stok CBP di BULOG dan tidak akan mengganggu ketersediaan dan harga beras petani.

 “Pada kedatangan pertama ini, saya bersama Mendag dan Dirut BULOG langsung turun ke pelabuhan Tanjung Priok, selain untuk melihat proses kedatangan dan buka palka, kami juga ingin langsung memastikan dan menegaskan kembali komitmen beras-beras ini tidak akan merembes ke pasar konsumsi sehingga merusak harga beras petani,” jelasnya.

Arief meminta, setelah diserahterimakan BULOG langsung mengamankan beras ke dalam gudang dan mencatatnya sebagai CBP. Selanjutnya beras tersebut hanya dipergunakan untuk program tertentu tertentu seperti kegiatan operasi pasar atau Ketersediaan Pasokan dan Stabilisasi Harga (KPSH).

Pasal, di akhir tahun ini kebutuhan BULOG untuk pelaksanaan KPSH tersebut terbilang tinggi. Sampai dengan Desember 2022 ini BULOG telah menyalurkan KPSH sebanyak 1,1 juta ton, pada Oktober 2022 penyaluran KPSH sebesar 160.713 ton sedangkan November 2022 BULOG menyalurkan KPSH sebanyak 219.745 ton.

Program KPSH ini dilakukan sepanjang tahun oleh BULOG guna mengantisipasi kelonjakan harga beras di konsumen dan terbukti efektif. Kegiatan ini juga merupakan realisasi dari Tiga Pilar Ketahanan Pangan yang ditugaskan kepada BULOG, yaitu ketersediaan, keterjangkauan, dan stabilitas.

“Salah satu urgensi peningkatan stok CBP adalah sebagai instrumen pengendalian harga, salah satunya dilakukan melalui program KPSH. Program ini terbilang efektif dalam menekan laju inflasi, terbukti dalam dua bulan terakhir inflasi relative stabil dan melandai,” tambahnya.

Impor bukan berarti beras dalam negeri kurang. Mengapa? Baca halaman selanjutnya.

 

Reporter : Echa
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018