Thursday, 22 October 2026


Peluang Terbuka Lebar, Kementan Ajak Industri Garap Kacang Tanah

14 Apr 2023, 14:26 WIBEditor : Yulianto

swebinar BoCoF Kacang Tanah

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta--- Kacang tanah menjadi salah satu komoditas yang perlu mendapat perhatian penting. Pasalnya, untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri, pelaku usaha terpaksa harus mendatangkan dari luar negeri. Dengan permintaan kacang tanah yang cukup besar tersebut menjadi peluang baik untuk pengembangan komoditas tersebut.  

Salah satu industri yang telah lama terjun menggarap kacang lokal adalah PT. Garudafood. Bahkan pola kemitraan yang dilakoni perusahaan tersebut menjadi kisah sukses dalam pengembangan varietas lokal Kabupaten Bogor  yang mampu meningkatkan kesejahteraan petani setempat.

PT Garudafood melakukan upaya perbaikan genetik kacang tanah lokal Bogor hingga membuahkan varietas Garuda Biga. Perusahaan ini kini telah mendapatkan sertifikat hak perlindungan varietas tanaman (PVT) dari Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perijinan Pertanian (PVTPP). Garuda Biga menjadi contoh nyata bagaimana varietas lokal yang dikelola dengan baik dapat memberikan nilai lebih bagi kesejahteraan petani.

“PVT menjamin kepastian hukum varietas yang dihasilkan pemulia sekaligus melindungi kekayaan intelektual si pemulia tersebut,” Kata Kepala Pusat PVTPP, Leli Nuryati saat Bertani on Cloud on Farm (BoCoF) yang digelar secara langsung dari Kebun Pemeriksaan Substantif PVT di Mojosari, Kamis (13/4).

BoCoF diselenggarakan atas kerja sama BPPSDMP dan Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian (PVTPP). Acara yang bertema Peluang Pengembangan dan Manfaat Ekonomi Kacang Tanah untuk Kesejahteraan Petani dihadiri 460 peserta secara daring. :Jika suatu varietas lokal dijadikan varietas asal untuk merakit varietas baru dan komersial, maka pihak pendaftarnya dapat memperoleh manfaat ekonomi,” kata Leli.

Sementara itu, Direktur Corporate Farming Garudafood, Rudy Brigianto mengatakan, pihaknya telah bermitra dengan petani untuk mengembangkan Garuda Biga sejak 2001. Pemerintah Kabupaten Bogor sebagai pendaftar varietas lokal mendapatkan manfaat ekonomi berupa saprodi untuk petani lokal setempat.

”Petani mitra memperoleh produktivitas yang lebih baik, sehingga pendapatan meningkat. Selain itu, mereka juga mendapatkan pendampingan teknis dan jaminan ketersediaan benih serta jaminan pasar,” kata Rudy.

kegiatan ini menjadi momen yang sangat bagus yang dapat dimanfaatkan untuk para petani, masyarakat, penyuluh dan pemerintah daerah untuk dapat mengembangkan kacang tanah dan menggali potensi kemitraan dengan industri.

Saat membuka acara BoCoF, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi mengatakan, kacang tanah menduduki peringkat keempat setelah padi, jagung dan kedelai sebagai tanaman pangan terpenting. Namun ternyata untuk memenuhi kebutuhan kacang tanah dalam negeri, pelaku usaha harus mendatangkan dari luar negeri.

Saat ini di pasaran banyak beredar kacang tanah impor dari India dengan harga relatif murah. Hal ini akan merugikan petani lokal. Permasalahan utama yang dihadapi komoditas lokal Indonesia adalah harga pokok penjualan yang relatif tinggi.

”Ini artinya apa? Masih terbuka lebar peluang besar bagi yang ingin terjun dalam agribisnis kacang tanah. Kunci menanganinya terletak pada perbaikan inovasi teknologi benih dan bibit yang berkualitas,” kata Dedi.  

Sementara itu Ketua PERAGI, Andi M. Syakir menegaskan, perlunya pendampingan petani dan dorongan terhadap komoditas strategis, termasuk kacang tanah, untuk meningkatkan pendapatan petani. “Petani Indonesia kalah bersaing karena biaya tinggi, sehingga perlu penggunaan varietas unggul,” katanya.

Reporter : PPVTPP
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018