
Bupati Sidrap, Syaharuddin Alrif, memimpin panen raya padi musim tanam April–September di Kelurahan Majjelling, Kecamatan Maritengngae
TABLOIDSINARTANI.COM, Sidrap --- Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) kembali menegaskan predikatnya sebagai lumbung beras Sulawesi Selatan sekaligus contoh nasional dalam ketahanan pangan. Daerah ini mencetak sejarah baru dengan capaian serapan beras tertinggi sejak Perum Bulog berdiri 57 tahun lalu.
Rekor tersebut terungkap saat Bupati Sidrap, Syaharuddin Alrif, memimpin panen raya padi musim tanam April–September di Kelurahan Majjelling, Kecamatan Maritengngae beberapa waktu lalu. Acara ini juga dirangkaikan dengan penyerahan benih padi untuk program IP 300 musim tanam III (September–Desember).
Pemimpin Wilayah Bulog Sulselbar, Fahrurozi, menyebut capaian Sidrap sebagai tonggak sejarah.
“Ini tertinggi sepanjang sejarah, bahkan mendapat apresiasi langsung dari Dirut Bulog dan Kementerian. Sidrap memberi contoh nyata bagaimana sinergi bisa membuat petani tersenyum,” ujarnya.
Menurutnya, keberhasilan ini berkat kolaborasi erat pemerintah daerah, TNI, dan masyarakat. Untuk musim tanam September–Desember 2025, Bulog menargetkan serapan hingga 125 ribu ton beras atau setara 225 ribu ton gabah, seluruhnya akan dibeli dengan harga yang menguntungkan petani.
Bupati Syaharuddin menegaskan kesiapan penuh menghadapi musim tanam berikutnya.
“Benih dan pupuk sudah tersedia 100 persen. Harga gabah Rp6.500–Rp6.800 per kilogram, dan ditimbang langsung oleh kelompok tani, bukan pedagang. Jadi lebih transparan dan adil,” tegasnya.
Ia juga turun langsung mengelola lahan seluas 1.000 hektare dengan benih seragam, yang diproyeksikan menghasilkan hingga 9 ton per hektare. “Kita ingin produksi tinggi, harga stabil, dan petani benar-benar sejahtera,” tambah Syaharuddin.
Bupati turut mengapresiasi peran Kodim Sidrap yang dinobatkan sebagai salah satu Dandim terbaik nasional. Ia menilai dukungan Babinsa dalam mendampingi petani sejalan dengan visi Presiden untuk meningkatkan kesejahteraan petani.
Acara panen raya ini dihadiri jajaran Forkopimda Sidrap, perwakilan Bulog, camat, kepala desa dan lurah, kelompok tani, hingga penyuluh pertanian.