
Kepala NFA Arief Prasetyo Adi Luncurkan Bantuan Pangan Beras Fortifikasi
TABLOIDSINARTANI.COM, Bogor --- Pemerintah terus memperkuat upaya peningkatan gizi dan ketahanan pangan nasional.
Untuk pertama kalinya, Badan Pangan Nasional (NFA) meluncurkan program bantuan pangan berupa beras fortifikasi yang secara khusus menyasar keluarga rentan di wilayah rawan pangan.
Peluncuran perdana program ini digelar di Kantor Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor, dan dihadiri berbagai pemangku kepentingan dari kementerian dan lembaga terkait.
Kepala NFA, Arief Prasetyo Adi, menjelaskan bahwa selama ini bantuan pangan sudah berjalan melalui beras reguler yang disalurkan Bulog.
Namun, kali ini pemerintah mengambil langkah baru dengan menyalurkan bantuan pangan dalam bentuk beras fortifikasi.
Program ini dinilai sebagai strategi penting untuk memastikan masyarakat rentan memiliki akses terhadap pangan yang lebih bergizi.

Menurut Arief, beras fortifikasi yang dibagikan mengandung sejumlah zat gizi mikro penting seperti zat besi, seng, asam folat, serta vitamin B1 dan B12.
Kandungan ini dirancang khusus untuk mendukung pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat, terutama anak-anak dan ibu hamil, sebagai bagian dari upaya menekan angka stunting di Indonesia.
Ia juga menyebutkan bahwa program ini sejalan dengan Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 tentang percepatan penurunan stunting.
Diharapkan, dengan adanya intervensi gizi melalui bantuan pangan ini, kualitas konsumsi pangan keluarga penerima manfaat akan meningkat secara signifikan.
Bantuan beras fortifikasi ini merupakan program percontohan NFA tahun 2025 yang menyasar 648 keluarga penerima manfaat di delapan desa di Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor.
Arief berharap, program ini dapat diperluas ke wilayah lain di seluruh Indonesia, bahkan menjadi bagian dari program nasional seperti Makan Bergizi Gratis yang tengah dirancang pemerintah.

Untuk menjamin kualitas dan keamanan beras yang disalurkan, NFA telah menetapkan dua standar nasional sebagai acuan, yaitu SNI 9314:2024 untuk kernel beras fortifikasi dan SNI 9372:2025 untuk beras fortifikasi secara keseluruhan.
Peluncuran ini juga mendapat dukungan dari berbagai mitra. Country Director GAIN Indonesia, Agnes Malipu, menyampaikan apresiasi kepada NFA dan berharap program ini bisa memberikan dampak nyata bagi masyarakat serta menjadi model yang dapat diterapkan di wilayah lain.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bogor, Teuku Mulya, juga menyampaikan apresiasinya atas ditunjuknya Kabupaten Bogor sebagai lokasi peluncuran perdana program.
Ia menyatakan bahwa pihaknya akan mempertimbangkan untuk mengalokasikan anggaran pembelian beras fortifikasi sebagai cadangan pangan pemerintah daerah ke depan.
Dalam kesempatan tersebut, Arief juga mengucapkan terima kasih atas dukungan berbagai mitra strategis seperti GAIN Indonesia, KAGAMA, dan Dompet Dhuafa yang turut mendorong keberlanjutan program ini.
Ia menegaskan bahwa sinergi lintas sektor sangat diperlukan agar intervensi gizi mikro dapat berjalan efektif dan berkelanjutan.
Acara peluncuran ini turut dihadiri oleh perwakilan dari sejumlah kementerian dan lembaga, di antaranya Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan, Bappenas, BKKBN, Kementerian Keuangan, Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Jawa Barat, serta akademisi dari SEAFAST Center IPB.



