Wednesday, 21 October 2026


Produksi Jagung Pakan Kuningan Capai 8.015 Ton di Awal Tahun 2026

05 Mar 2026, 10:02 WIBEditor : Gesha

Produksi jagung pakan di Kabupaten Kuningan Januari–Februari 2026 mencapai 8.015 ton, menjadi penopang utama stabilitas industri peternakan dan ketersediaan protein hewani.

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Kuningan --- Produksi jagung pakan di Kabupaten Kuningan Januari–Februari 2026 mencapai 8.015 ton, menjadi penopang utama stabilitas industri peternakan dan ketersediaan protein hewani.

Produksi jagung pakan di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, tercatat mencapai 8.015 ton pada periode Januari–Februari 2026. Data ini menunjukkan keberlanjutan sektor tanaman pangan tetap terjaga sekaligus menjadi fondasi untuk mendukung industri peternakan lokal.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Diskatan) Kabupaten Kuningan, Wahyu Hidayah, mengatakan capaian ini memberikan dampak langsung bagi stabilitas harga produk protein hewani di masyarakat. “Ketika pasokan jagung stabil, industri peternakan lebih kuat, dan harga ayam, telur, maupun daging lebih terkendali,” ujarnya, Rabu (4/3/2026).

Menurut Wahyu, pada periode awal tahun, luas tanam jagung tercatat 83 hektare dengan luas panen 1.489 hektare. Produktivitas rata-rata mencapai 53,83 kuintal per hektare, menunjukkan efisiensi pertanian yang cukup tinggi.

Jagung pakan memiliki posisi strategis dalam ekosistem pangan daerah karena menjadi komponen utama pakan ternak unggas maupun ruminansia. “Jagung pakan bukan sekadar komoditas pertanian, tetapi bagian penting dari rantai ketahanan pangan dan sistem peternakan,” tambahnya.

Sepanjang 2025, luas tanam jagung di Kuningan mencapai 3.189 hektare, dengan luas panen 3.039 hektare. Total produksi pada tahun tersebut mencapai 17.556 ton, dengan produktivitas rata-rata 57,83 kuintal per hektare.

Capaian ini menjadi modal penting untuk menjaga tren positif pada 2026 sekaligus menekan ketergantungan pasokan bahan baku pakan dari luar daerah.

Wahyu menekankan pengembangan jagung pakan di tingkat desa sebagai bagian dari strategi hilirisasi pertanian, yang mengintegrasikan subsektor tanaman pangan dan peternakan dalam satu sistem produksi berkelanjutan.

“Peran pemerintah desa, penyuluh pertanian, dan kelompok tani sangat krusial. Kolaborasi ini memastikan komoditas strategis dikelola produktif dan berkelanjutan,” katanya.

Diskatan Kabupaten Kuningan terus memperluas pengembangan jagung pakan sepanjang 2026, dengan tujuan menjaga stabilitas pangan daerah serta memperkuat kemandirian sektor peternakan berbasis potensi lokal.

Strategi ini mencakup peningkatan luas tanam, pendampingan teknis kepada petani, dan optimalisasi produktivitas lahan agar pasokan pakan ternak tetap aman sepanjang tahun.

Dengan capaian awal 8.015 ton jagung pakan, Kabupaten Kuningan menegaskan posisi strategisnya sebagai salah satu daerah penghasil jagung pakan utama di Jawa Barat. Keberhasilan ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, meningkatkan kesejahteraan petani, dan memperkuat ketahanan pangan berbasis produksi domestik.

Langkah ini sejalan dengan visi pemerintah daerah untuk menciptakan sistem pangan terintegrasi, di mana produksi tanaman pangan dan peternakan saling mendukung. Dengan pengelolaan yang tepat, jagung pakan Kuningan diprediksi tetap menjadi komoditas andalan sepanjang tahun 2026, sekaligus memastikan industri peternakan di wilayah tersebut lebih stabil dan mandiri.

Reporter : NATTASYA
Sumber : Pemkab Kuningan
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018